Mahasiswa UB Buat Biskuit Ulat Sebagai Solusi Stunting Anak

Baca Juga

Plt. Walikota Malang tawari Teh Pucuk Harum Gelar Event Kuliner Skala Nasional di Kota Malang

Kota Malang – Bertempat di lapangan Rampal kota Malang, event festival kuliner ‘Pucuk Coolinary Festival’ dibuka secara resmi sekitar...

1,5 Bulan Ini Naga Menghidupi Ibunya Seorang Diri

Anak 8,5 tahun mengemis untuk hidupi ibunya yang patah tulang korban kecelakaan. ADADIMALANG - Tidak ada yang menyangka bahwa roda...

Organisasi Pemuda Internasional AIESEC lakukan Studi Budaya ke KBP

Mahasiswa Asing mendominasi kunjungan studI budaya AIESEC ke Kampung Budaya Polowijen. Kota Malang - Didominasi oleh mahasiswa asing, orgaanisasi Association...

Meraih medali perak pada ajang AISEEF 2021.

ADADIMALANG – Persoalan kekurangan gizi (stunting) yang masih banyak terjadi menjadi salah satu perhatian mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB) dengan menciptakan Biskot sebagai solusi stunting.

Biskot (Biskuit Ulat) yang berhasil dibuat oleh Retno Nur Fadillah, Sularso, Yasri Rahmawati, Hendarto, dan Zuhdan Alaik dapat menjadi treatment stunting pada anak karena memiliki banyak kandungan yang dibutuhkan.

“Kandungan protein pada larva ulat hongkong cukup tinggi yaitu 47,44% dengan kadar lemak 21,84%. Serta asam amino berupa taurin sebesar 17,53% yang sangat dibutuhkan pada masa tumbuh kembang anak,” ungkap salah satu anggota tim yakni Sularso.

Taurin merupakan jenis asam amino terbanyak kedua dalam ASI yang berfungsi sebagai neurotransmitter dan berperan penting dalam proses pematangan sel otak.

“Ulat hongkong atau yang juga disebut dengan mealworm biasanya dibudidayakan hanya untuk dijadikan pakan unggas karena memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Namun sebenarnya ulat ini termasuk dalam ordo coleoptera yang merupakan ordo keempat, artinya paling banyak dikonsumsi manusia,” kata Sularso yang dibimbing oleh Dr. Dedes Amertaningtyas, S.Pt.,MP.

Dalam proses pengolahannya ulat hongkong dicuci bersih dan dikeringkan kemudian dioven. Lalu dihaluskan menggunakan blender dan disaring airnya, selanjutnya dicampur ke dalam adonan dari terigu, gula, dan telur.

Data World Health Organization (WHO) tahun 2014 mencatat sebanyak 24,5% balita di dunia mengalami stunting. Indonesia merupakan negara dengan prevalensi stunting terbesar kelima dengan prevalensi 36% (7.547 jumlah anak stunting) pada tahun 2019 lalu.

Penelitian yang telah dilakukan telah berhasil memboyong medali perak dalam ajang internasional bertajuk Asean Innovative Science Environmental and Enterprenuer Fair (AISEEF) 2021.

AISEEF merupakan kompetisi internasional tahunan antar universitas se- Asia dalam bidang science, lingkungan dan entrepreneurship. (A.Y)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Berita Terbaru

Tumbuhkan Animo Pengunjung Kampung Tematik, Mahasiswa Unmer Malang Magang Di KBP

Buat kegiatan hingga mempublikasikannya melalui media sosial. ADADIMALANG - Dalam rangka menumbuhkan ketertarikan masyarakat untuk datang ke kampung tematik yang...

Derajat Takwa dan Dimensi Kemanusiaan

Hikmah Ramadan Hari Ke-11 ADADIMALANG - Menjadi suatu keharusan bagi umat Islam untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada Allah SAW yang telah memberikan anugerah...

Wawali Sofyan Edi Apresiasi Gerakan Penghijauan bertajuk ‘Restore Our Earth’

Tanam pohon Pule ke 4.468 di SMP Katolik Santa Maria I Kota Malang ADADIMALANG - Dalam rangka turut serta dalam pelestarian dan menjaga lingkungan, SMP...

Implementasi Kampus Merdeka, FISIP UB Tandatangani Kerjasama Bersama Nava+ Group

Upaya mewujudkan kualitas SDM memiliki skill dan spesifikasi yang dibutuhkan oleh dunia kerja. ADADIMALANG - Sebagai wujud implementasi dari Kampus Merdeka, Fakultas Ilmu Sosial dan...

PT KAI Salurkan Bantuan Rp.50 Juta Bagi Korban Gempa Bumi Kabupaten Malang

Berikan dalam bentuk 303 paket sembako untuk kebutuhan masyarakat. ADADIMALANG - Kepedulian terhadap warga masyarakat Kabupaten Malang yang menjadi korban atau terdampak bencana gempa bumi (10/04)...
- Advertisement -

Berita Terkait