Pelaku UMKM Merasa Lebih Nyaman Menggunakan QRIS

Baca Juga

Dirasakan lebih mudah dan simpel karena hanya scan barcode.

ADADIMALANGPenggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai aplikasi pembayaran non tunai yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia saat ini mulai dirasakan manfaatnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Nur Hidayat, Ketua Kelompok Tani Sumber Makmur Abadi saat menjadi peserta pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) sesi I tahun 2021 di Shantika Hotel kota Malang hari Rabu kemarin (24/03/2021).

“Selama menjalankan UMKM yang menghasilkan produk kopi ini kami menggunakan beberapa pola pembayaran setiap transaksi. Ada yang membayar dengan uang tunai, transfer dan yang sekarang menggunakan QRIS,” ungkap Ketua Kelompok Tani penghasil kopi dengan merek Sumadi Coffee ini.

‘Sumadi Coffee’ – hasil produksi UMKM Kelompok Tani Sumber Makmur Abadi

Terkait penggunaan QRIS sebagai salah satu pola pembayaran non tunai, Nur Hidayat mengaku sudah mulai merasakan manfaat dan kenyamanan saat menggunakannya.

“Caranya cukup simpel hanya dengan scan barcode pembayaran sudah berhasil dilakukan. Jadi dalam kondisi pandemi covid-19 lebih aman karena tidak ada interaksi secara langsung dan juga tidak ada perpindahan uang secara fisik,” jelas Nur Hidayat.

Kemudahan bertransaksi dengan menggunakan QRIS diharapkan dapat dirasakan oleh banyak pelaku UMKM yang saat ini masih belum menggunakan QRIS dalam proses transaksi penjualan produknya.

“Kami berharap merchant ataupun UMKM yang masih belum menggunakan QRIS dapat segera menggunakannya untuk pembayaran transaksi secara non tunai,” ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Azka Subhan Amirullah.

Perlu diketahui, pada tahun 2021 secara nasional telah ditetapkan target penggunaan QRIS di seluruh Indonesia sebanyak 12 juta merchant yang diharapkan menggunakan QRIS dalam kegiatan usahanya.

Dalam pengembangan produknya Sumadi Coffee, Nur Hidayat menyampaikan dirinya dan anggota kelompok tani Sumber Makmur Abadi merasa bangga menjadi binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang.

“Sudah banyak dukungan yang diberikan oleh Bank Indonesia Malang mulai dari berbagai pelatihan hingga bantuan peralatan yang dapat meningkatkan kualitas produk kopi kita,” pungkas Nur Hidayat. (A.Y)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Menteri Sandiaga Uno: Realisasikan 1,1 Juta Lapangan Kerja di Tengah Pandemi

ADADIMALANG Kabupaten Blitar - Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 kali ini menyambangi Desa Wisata Semen. Desa tersebut terletak...

Mahasiswa ABM Raih Medali Emas Porprov Untuk Kabupaten Malang

Meski harus naik kelas, namun tetap dapat meraih medali emas. ADADIMALANG - Meski harus menaikkan berat tubuhnya hingga tujuh kilo untuk dapat mengikuti kelas over...

Dies Natalis Ke-65, FHUB Buat MoU Dengan Kejaksaan

Hadirkan Kepala Badan Diklat Kejaksaan Agung untuk menyampaikan orasi ilmiahnya. ADADIMALANG - Mengambil tema 'Penguatan Pendidikan Hukum Untuk Keadilan Sosial', Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH...

Seribu ARMY Dipastikan Akan Meramaikan ARMY Festival Day 2022

Dilaksanakan di Malang Night Paradise dengan berbagai hiburan bernuansa Korea bagi para pecinta band KPop BTS. ADADIMALANG - 12 hari menjelang pelaksanaan ARMY Festival Day...

Polinema Gelar Tes SBMPN Mulai Hari Ini

Menggunakan metode CBT, disiapkan puluhan pengawas dan helpdesk selama pelaksanaan ujian. ADADIMALANG - Sebagai kampus Politeknik Negeri yang memiliki peminat terbanyak di Indonesia, Politeknik Negeri...

Berita Terkait