Riyayan Kupatan ala Kampung Budaya Polowijen

Baca Juga

Plt. Walikota Malang tawari Teh Pucuk Harum Gelar Event Kuliner Skala Nasional di Kota Malang

Kota Malang – Bertempat di lapangan Rampal kota Malang, event festival kuliner ‘Pucuk Coolinary Festival’ dibuka secara resmi sekitar...

1,5 Bulan Ini Naga Menghidupi Ibunya Seorang Diri

Anak 8,5 tahun mengemis untuk hidupi ibunya yang patah tulang korban kecelakaan. ADADIMALANG - Tidak ada yang menyangka bahwa roda...

Organisasi Pemuda Internasional AIESEC lakukan Studi Budaya ke KBP

Mahasiswa Asing mendominasi kunjungan studI budaya AIESEC ke Kampung Budaya Polowijen. Kota Malang - Didominasi oleh mahasiswa asing, orgaanisasi Association...

Tradisi Kupatan dilaksanakan setiap H+7 Hari Raya Idul Fitri

ADADIMALANG – Islam di Jawa kaya dengan tradisi, karena apapun yang berkaitan dengan hari besar akan selalu ada perayaan.

Hari Raya Idul Fitri sebagai Hari Besar Islam adalah hari raya terbesar dalam peringatan dan Riyoyo Kupatan juga merupakan salah satu rangkaian perayaannya.

Riyoyo Kupatan sebagai salah satu ajaran Sunan Kalijaga sampai saat ini masih lestari terselenggara dimana-mana meski telah mengalami penurunan dan pergeseran pelaksanaan. Riyoyo Kupatan umumnya diselengarakan H+7 bulan Syawal Tahun Hijriyah.

“Makna lebaran adalah selesai, selesai menjalankan ibadah puasa, maka setelah selesai kita semua wajib meleburkan dosa dosa (leburan) kita dengan saling maaf memaafkan,” ungkap Isa Wahyudi.

Melestarikan tradisi usai melaksanakan ibadah puasa Ramadan, Kampung Budaya Polowijen (KBP) Malang menggelar acara perayaan Riyayan Kupatan hari Rabu Malam kemarin (19/05/2021).

Ki Demang Isa Wahyudi, Penggagas Kampung Budaya Polowijen (KBP) Malang

“Kita juga dapat saling meluberkan rizki kita dengan saling berbagi (luberan) makanan atau memberikan sesuatu pada saudara, kerabat, teman sehingga kita bisa melaburkan diri kita (laburan) mensucikan diri kembali ke putih maknanya bersih,” ungkap pria yang akrab disapa Ki Demang yang menjadi Penggagas KBP dalam sambutannya.

Ki Demang dalam sambutannya juga mengungkapkan filosofi kupatan yang diambil dari bahasa arab kaffatan dan lidah orang jawa menyebutnya kupatan yang memiliki arti kesempurnaan.

“Kesempurnaan manusia apabila saling maaf-memaafkan, saling berbagi dan memberi serta saling menjalin silaturahmi. Makna simbolis lain ketupat kenapa memakai janur kuning agar kembali bersinar seperti Nur Muhammad. Ketupat dibuat dengan melilitkan janur satu dengan yang lain dengan maksud terjalin tali silaturahmi serta bersudut empat dan lima yang berati kiblat papat tengah pancer dan memakai beras dan ketan agar badan ini waras dalam ikatan,” ungkap Ki Demang.

Persiapan Riyayan Kupatan di KBP dilaksanakan satu hari sebelumnya dimana warga bersama-sama merangkai ketupat dan sebelum pelaksanaan riyayan warga menabuh gamelan dimana acara dimulai dengan tembang mocopat dan di buka dengan Tari Beskalan.

Nampak hadir dalam kegiatan kali ini adalaha Kabid Destinasi Pengembangan Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Malang, Fitria Noverita yang memberikan apresiasi pada Riyayan Kupatan KBP.

Fitria Noverita dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang

“Kami bangga karena KBP satu-satunya kampung wisata berbasis budaya yang paling aktif uri uri tradisi budaya karena ini merupakan atraksi wisata budaya” ungkap Fitria Noverita. (A.Y)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Berita Terbaru

Trauma Healing, Wali Kota Sutiaji Beri Semangat untuk Tiga Anak Isoman

Sambang ke lokasi isoman dinilai menjadi upaya penyembuhan trauma pasien Covid-19. ADADIMALANG – Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji memberikan...

Proposal Dosen Dan Mahasiswa ITN Malang Lolos Raih Pendanaan

Laksanakan program Matching Fund Kedaireka, PHP2D dan PKM GT. ADADIMALANG – Meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19, namun raihan prestasi tidak terhenti. Bahkan di kampus...

UB Distribusikan 79 Ekor Kambing dan 7 Sapi pada Idul Adha 1442 H

Tahun depan diharapkan dapat membagikan hingga ke wilayah Malang Selatan. ADADIMALANG - Universitas Brawijaya (UB) membagikan 79 ekor kambing dan 7 ekor sapi kepada 50...

Yayasan Wings Peduli Serahkan Donasi 1.500 Ton Beras Bagi Masyarakat Terdampak PPKM Darurat

Hari ini menyerahkan bantuan sebanyak 390.340 kilogram beras melalui Korem 083 Baladhika Jaya. ADADIMALANG - Berkolaborasi dengan Jajaran Korem di empat wilayah di Jawa Timur...

Satgas Covid-19 Alumni UB Merilis Aplikasi Isolasi Mandiri

Dapat dimanfaatkan guna memantau kondisi harian masyarakat yang terpapar Covid-19 dan tengah menjalankan isolasi mandiri. ADADIMALANG – Melonjaknya kasus paparan Virus Corona (Covid-19) yang melanda...
- Advertisement -

Berita Terkait