Tahap pertama dilaksanakan bulan ini dan tahap kedua di Agustus 2021 mendatang.

ADADIMALANG – Dimulai hari Selasa (25/04/2021) lalu dan hari ini, sivitas akademika kampus Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang melakukan vaksinasi Covid-19.

Dosen dan Staf ITN Malang yang mengikuti vaksinasi tahap pertama kali ini nampak antusias karena kegiatan tersebut memang sudah ditunggu sejak awal digulirkan oleh Pemerintah. Hal ini terbukti dengan antusiasnya dosen dan staf mulai dari proses pendaftaran di bulan Maret 2021 lalu hingga saat vaksinasi kali ini. Bahkan Pimpinan ITN Malang di hari pertama langsung hadir untuk mengawal sekaligus mengikuti vaksinasi bersama dosen dan staf.

”Vaksinasi merupakan upaya meminimalisasi penyebaran Covid-19. Saya salut, dosen dan staf ITN Malang antusias datang dan antri untuk mendapatkan vaksin dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Tidak perlu takut ya, saya hari ini juga sudah divaksin. Prosesnya cepat, tidak sakit,” ujar Wakil Rektor I Bidang Akademik ITN Malang, Dr F. Yudi Limpraptono ST., MT. usai vaksinasi hari Selasa lalu (25/05/2021).

Dengan telah divaksinnya sivitas akademika ITN Malang, Wakil Rektor I ITN Malang optimis pada bulan September 2021 mendatang semua pihak telah siap menyongsong penerimaan mahasiswa baru.

“Bulan Agustus jadwal vaksin kedua, sehingga di bulan September 2021 mendatang jika telah diizinkan pemerintah harapannya perkuliahan sudah dapat dilaksanakan secara luring. Tetapi jika belum diizinkan atau masih ada yang keberatan untuk luring, maka kami akan jalankan pendidikan secara hybrid learning (pembelajaran campuran),” jelas Yudi.

Sementara itu Kepala Bagian (Kabag) Kepegawaian ITN Malang, Nuning Irawati A.Md menjelaskan bahwa ITN Malang mengajukan vaksin untuk sivitas akademika ke Dinas Kesehatan Kota Malang untuk sebanyak 260 dosen dan staf ITN Malang.

“260 Staf dan Dosen ITN Malang akan mendapat vaksin AstraZeneca CTMAV546. Kemarin saya sudah berkonsultasi dengan dokter mengenai kode AstraZeneca 546 dimana dijelaskan vaksin kode tersebut aman digunakan sehingga dosen dan staf ITN tidak perlu ragu. Ini (vaksinasi) adalah program pemerintah, semua harus dapat vaksin untuk melindungi diri dari Covid-19,” tegas Nuning yang ditemui di hari kedua pemberian vaksin hari ini Kamis (27/05/2021).

Nuning menjelaskan tidak semua staf atau dosen mengikuti vaksinasi kali ini disebabkan sebagian sivitas akademika ITN Malang sudah mendapatkan vaksinasi terlebih dahulu sebelum jadwal vaksinasi ITN Malang.

“Ada juga sebab lain seperti kondisi memiliki penyakit bawaan dan masih adanya ketakutan dengan vaksin jenis AstraZeneca. Kami tidak dapat memaksa bagi yang masih takut dengan vaksin AstraZeneca padahal kasus yang terjadi akhir-akhir ini adalah jenis AstraZeneca kode 547 yang sudah ditarik oleh pemerintah. Namun kebanyakan yang tidak ikut vaksinasi lewat institusi, karena sudah mendapatkan terlebih dahulu di tempat lain,” ungkap perempuan berhijab ini.

Perlu diketahui, ITN Malang akan menerima dua kali vaksinasi dimana tahap pertama pada bulan Mei ini dan tahap kedua pada bulan Agustus 2021 mendatang.

Sebelum mengakhiri wawancara, Nuning menyampaikan testimony para penerima vaksin AstraZeneca yang mengalami efek samping berupa rasa mengantuk, lapar, demam atau pusing yang berbeda-beda setiap orang, bahkan ada yang tidak mengalami efek samping.

“Setelah mendapat vaksin ini kami berharap dosen dan staf ITN Malang semakin sehat. Namun tetap tidak boleh lengah karena meski telah mendapat vaksin harus tetap menjaga protocol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Semoga dengan begitu proses belajar mengajar meski masih daring tetap terlaksana dengan baik,” pungkas Nuning. (A.Y)