Tim Ngapak Jurusan Akuntansi FE UM Mengabdi di Desa Kedunggede

Baca Juga

Tingkatkan kesadaran akan potensi seni dan budaya masyarakat.

ADADIMALANG – Meskipun memiliki potensi seni dan budaya yang tinggi namun karena belum teroptimalkan melalui kesadaran masyarakatnya, desa Kedunggede, kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menjadi salah satu lokasi obyek kegiatan pengabdian mahasiswa.

Lima mahasiswa jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (FE UM) yang terdiri dari Karina Ayuningtyas, Yongky Teguh Setiaji, Siti Mariyah, Diana Yohanes, Aulia Makhzun ini tergabung dalam tim Ngapak yang langsung terjun ke lokasi dalam menjalankan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

“Setelah kami melakukan observasi langsung kepada Pemerintah Desa Kedunggede dan masyarakat sekitar, hasilnya diketahui desa Kedunggede ini memiliki potensi budaya, potensi alam, aksesibilitas, dan keterbukaan masyarakat desa yang merupakan komponen krusial untuk mewujudkan desa wisata. Namun, permasalahannya potensi yang ada tersebut masih belum dioptimalkan khususnya potensi budaya,” ujar salah satu anggota tim Ngapak, Aulia Makzhun.

Menurut Aulia, para mahasiswa Jurusan Akuntansi FE UM melihat potensi yang besar dibidang kebudayaan Banyumasan terutama di era millenial saat ini sehingga dilaksanakan pelatihan kebudayaan dan ekonomi kreatif untuk membangun minat generasi milenial desa Kedunggede untuk melestarikan kebudayaan Banyumasan dan memberikan informasi kepada dunia luar terkait keberadaan potensi Desa Kedunggede.

“Sebagai mahasiswa yang berada di era milenial ini sudah seharusnya menjadi penerus tokoh kebudayaan guna melestarikan kebudayaan Banyumasan yang ada. Selain itu, solusi yang kami berikan ini memiliki harapan yang besar untuk dapat membantu Pemerintah Desa Kedunggede mempersiapkan desa wisata,” ungkap Aulia.

Kegiatan pelatihan kebudayaan yang dilaksanakan para mahasiswa FE UM ini dihadiri oleh beberapa generasi milenial desa Kedunggede yang sudah tergabung dalam komunitas kebudayaan.

“Kami berharap keanggotaan komunitas ini juga dapat terus bertambah. Pelatihan ekonomi kreatif ini dilatarbelakangi oleh tata kelola dari komunitas yang belum optimal sehingga Tim Ngapak UM berkerja sama dengan karang taruna untuk membentuk tata kelola yang baik bagi organisasi karang taruna sendiri dan Komunitas Kampung Ngapak,” ungkap Aulia.

Pelatihan ekonomi kreatif dengan materi website dan design serta tata kelola dan manajemen keuangan diberikan dengan konsep yang menarik dalam skema sharing session dan praktek secara langsung berkolaborasi dengan tokoh Kebudayaan desa Kedunggede.

Kegiatan pelatihan lima mahasiswa FE UM yang dibimbing oleh Miranti Puspaningtyas, S.Pd., M.Akun tersebut mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Desa Kedunggede, Tokoh Kebudayaan, Karang taruna, dan masyarakat sekitar.

“Program yang digalakkan oleh mahasiswa Univesitas Negeri Malang adalah salah satu tindakan yang sudah lama ditunggu terutama sejak pandemi Covid-19 karena kami sangat mengharapkan untuk dapat terus melestarikan kebudayaan Banyumasan ini,”salah satu tokoh kebudayaan yang menjadi pelatih di Komunitas Kampung Ngapak, Jasdi.

Sementara itu, anggota tim Ngapak yang lainnya yakni Siti Mariyah menjelaskan sejak tanggal 23 Juni hingga 30 Juni kegiatan pengabdian dilakukan dan ditutup dengan acara puncak dengan penampilan kebudayaan dan sharing session bagi peserta pelatihan kebudayaan dan ekonomi kreatif dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Setelah penyampaian materi, panitia penyelenggara juga mengadakan penampilan lengger dan begalan diiringi gending-gending jawa membuat acara sharing session semakin meriah.

“Kegiatan malam puncak dan sharing session ini akan menjadi bekal Tim Ngapak UM untuk memberikan informasi ke dunia luar terkait keberadaan potensi yang luar biasa di desa Kedunggede ini. Selain itu, sebagai bentuk apresiasi kepada para tokoh kebudayaan desa Kedunggede yang telah bersemangat mendukung program Komunitas Kampung Ngapak,” jelas Diana Yohanes.

Sementara itu, Kepala Desa Kedunggede yang juga hadir dalam malam puncak, Sabarudin memberikan apresiasi terhadap program pengabdian dari mahasiswa Akuntansi FE UM ini.

“Untuk bisa mewujudkan desa wisata membutuhkan waktu yang lama namun apa salahnya kita mencoba meniti dari hal yang krusial seperti sumber daya manusia (SDM) ini. Mahasiswa Universitas Negeri Malang sudah jauh-jauh datang ke desa kita dan melihat potensi yang luar biasa di desa tercinta ini. Harapannya temen-temen sekalian bisa semangat untuk terus melanjutkan kegiatan ini.” ujar Kepala Desa Kedunggede dalam sambutannya. (A.Y)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Seribu ARMY Dipastikan Akan Meramaikan ARMY Festival Day 2022

Dilaksanakan di Malang Night Paradise dengan berbagai hiburan bernuansa Korea bagi para pecinta band KPop BTS. ADADIMALANG - 12 hari...

Polinema Gelar Tes SBMPN Mulai Hari Ini

Menggunakan metode CBT, disiapkan puluhan pengawas dan helpdesk selama pelaksanaan ujian. ADADIMALANG - Sebagai kampus Politeknik Negeri yang memiliki peminat terbanyak di Indonesia, Politeknik Negeri...

Program Bambang Irianto Dinilai Tepat Untuk Menangani Bonus Demografi

Hanya terjadi sekali saja sehingga sangat sayang untuk dilewatkan. ADADIMALANG - Bonus Demografi sudah cukup lama didengung-dengungkan akan terjadi pada bangsa Indonesia. Bonus Demografi tersebut...

Tanggapi Aduan Penjualan Satwa Tidak Sehat, Tim Pemkot Malang Turun Ke Splendid

Beri himbauan dan edukasi pedagang, termasuk mendata kondisi satwa yang ada di Splendid. ADADIMALANG - Adanya temuan warga yang diadukan melalui saluran media sosial yang...

UMKM Kampoeng Kajoetangan Belajar Editing Video Di Kampus ABM

Kelanjutan pendampingan UMKM oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat STIE Malangkuçeçwara. ADADIMALANG - Sebagai wujud komitmen dari tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) STIE Malangkuçeçwara (ABM) Malang...

Berita Terkait