Akan memberikan pelayanan kesehtan bagi daerah kepulauan yang sulit dijangkau dengan jalur darat.
ADADIMALANG – Dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang berada di daerah kepulauan dan sulit dijangkau dari jalur darat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana akan melaksanakan pelayaran pelayanan kesehatan.
Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, Gubernur Jawa Timur Dra Hj. Khofifah Indar Parawansa M.Si berencana mengajak dua perguruan tinggi untuk berlayar dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Pemprov Jawa Timur ini memiliki dua kapal yang ingin dimaksimalkan untuk pemberian pelayanan kesehatan bagi daerah kepulauan. Satu kapal sudah pernah berlayar bersama Universitas Airlangga (UNAIR), nah yang satu lagi ini kita berharap untuk dapat dimanfaatkan pelayaran pelayanan kesehatan bersama Universitas Brawijaya (UB),” ungkap Gubernur Jawa Timur.
Terkait dengan tawaran dari Gubernur Jawa Timur tersebut, Rektor Universitas Brawijaya Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS menyamtakan pihak UB siap untuk menerima tawaran dan mewwujudkan keinginan Gubernur Jawa Timur untuk memaksimalkan fungsi kapal yang dimiliki Pemprov Jatim tersebut.
Ditemui di lokasi yang sama, Ketua Satgas P3 Covid-19 Universitas Brawijaya Dr. dr Sri Andarini menyampaikan Universitas Brawijaya akan segera melakukan pembahasan dan penandatanganan MoU terlebih dahulu terkait dengan penerimaan kapal tersebut kepada UB.
“Setelah itu kita juga akan segera berkordinasi dengan fakultas-fakultas yang terkait misalkan FISIP UB yang memiliki jurusan Psikologi, Fakultas Perikanan dan tentunya Fakultas Kedokteran UB dan yang lainnya untuk mewujudkan keinginan Gubernur Jawa Timur,” ungkap Sri Andarini..
Menurut perempuan yang juga menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Universitas Brawijaya tersebut, kapal yang akan berlayar bersama kampus UB tersebut diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan di wilayah terpencil yang tidak dapat dijangkau melalui jalur darat.
“Ya memberikan pelayanan kesehatan termasuk vaksinasi, misalkan saja dapat menjadi Rumah Sakit terapung,” pungkas Sri Andarini. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.