Diikuti 2.333 anak-anak terdampak covid-19 dari seluruh wilayah Indonesia.

ADADIMALANG – Kondisi pandemi akibat Covid-19 yang terjadi sejak bulan Maret tahun 2020 lalu tidak hanya berdampak pada sisi materi, tetapi korban jiwa juga cukup banyak terjadi di Indonesia.

Korban jiwa yang jumlahnya cukup banyak ini membawa dampak psikologi dan psikososial khususnya pada anak-anak yang kehilangan saudara atau orang tua mereka.

Terkait dengan dampak pandemi pada anak-anak tersebut, Kepolisian Republik Indonesia bersama dengan Kementrian Sosial RI, BIN dan pihak perbankan memberikan dukungan psikososial bagi anak-anak terdampak covid-19 pagi ini, Selasa (02/11/2201).

Kegiatan pemberian dukungan psikososial ini diikuti 2.333 anak terdampak covid-19 dan anak-anak penyandang disabilitas secara nasional di seluruh wilayah Indonesia.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat dalam hal ini. Saat ini di hadapan kita ada banyak anak-anak terdampak pandemi yang membutuhkan akses pendidikan dan lain sebagainya yang menjadi tanggungjawab Pemerintah dan TNI Polri juga hadir karena terpanggil untuk turut membantu,” ungkap Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo M.Si, dalam sambutannya.

Menurut Kapolri, pemberian dukungan psikososial kepada anak-anak ini merupakan wujud kehadiran negara dalam kondisi pandemi covid-19 ini.

“Seperti halnya yang disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo, bangkitnya rasa kemanusian, persaudaran dari segala penjuru adalah kekuatan yang sangat besar untuk mampu menghadapi segala persoalan secara bersama-sama. Oleh karena itulah kegiatan ini kita laksanakan sebagai wujud kepedulian kita semua,” ungka Kapolri.

Kapolri lebih lanjut menegaskan pandemi covid-19 selama ini telah menimbulkan dampak kerusakan termasuk dampak psikososial yang sangat besar.

“Bagaimana anak-anak kehilangan saudara atau keluarga mereka yang berdampak pada kondisi psikologi anak. Anak-anak yang seharusnya mendapatkan kasihsayang dari orangtuanya dan pemenuhan hak dasarnya akan terganggu. Banyak hal yang harus dilakukan pada anak-anak yang terdampak covid-19 agar dapat tumbuh berkembang seperti anak-anak lainnya,” ungkap Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Pemberian dukungan psikososial anak-anak ini menjadi perhatian dari Kapolri yang meminta dukungan psikososial harus terus berjalan secara reguler agar dapat terus memantau perkembangan fisik dan psikososial anak-anak yang terdampak covid 19.

“Ini serius, karena jika tidak ditangani dengan serius maka dapat terjadi lost generation yang akan menjadi persoalan di kemudian hari. Oleh karena itu saya minta dukungan psikososial ini jangan hanya hari ini saja tetapi harus dilakukan secara terus menerus agar dapat terus memantau perkembangan psikologi dan psikososial anak-anak karena anak-anak ini adalah aset kita untuk menjadi generasi penerus guna mewujudkan Indonesia Tangguh dan Indonesia Emas,” ungkap Kepala Kepolisian Republik Indonesia.

Mengakhiri sambutannya, Kapolri juga meminta semua undangan memberikan penghormatan dan doa dengan sejenak mengheningkan cipta bagi anggota TNI Polri yang telah gugur saat melakukan kegiatan penanganan covid-19 di wilayah masing-masing.

Pelaksanaan pemberian dukungan psikososial di Kota Malang dilaksanakan di gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB) yang dihadiri Kapolda Jatim Irjen. Pol. Dr. Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H., Danrem 083 Baladhika Jaya Kolonel Inf Irwan Subekti, Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto S.I.K., M.Si, Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Ferdian Primadhona SE., M.Tr (Han), Wali Kota Malang Drs H. Sutiaji, Rektor Universitas Brawijaya Prof Dr Ir. Nuhfil Hanani AR., MS. dan tamu undangan lainnya. (A.Y)