Hadirkan Wali Kota Malang sebagai salahsatu pemateri seminar secara virtual.
ADADIMALANG – Revolusi industri 4.0 yang terjadi membuat terjadinya perkembangan teknologi yang luar biasa cepat. Perkembangan pesat teknologi yang berdampak pada digitalisasi pada berbagai sektor juga berimbas pada hampir seluruh lini kehidupan masyarakat, termasuk dunia pendidikan.
Pesatnya perkembangan teknologi yang membawa begitu banyak perubahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan juga sektor-sektor lainnya.
Berlatarbelakang hal tersebut, Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Program Studi Ekonomi Pembangunan dari Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri malang (FEB UM) melaksanakan seminar nasional yang dilaksanakan selama dua hari berturut-turut.
“Kegiatan seminar nasional yang dilaksanakan secara daring atau virtual ini di hari pertama adalah seminar nasional inovasi pembelajaran yang mengambil tema tentang Inovasi Pembelajaran dengan tema Meningkatkan kualitas Pendidikan Melalui Penguasaan Media Pembelajaran Berbasis Digital yang dilaksanakan Prodi Pendidikan Ekonomi UM,” ungkap Moderator Seminar Nasional, Drs Yohanes Budi Soesilo S.Th., M.Div., M.E.
Dalam seminar virtual di hari pertama tersebut dihadirkan beberapa pakar sebagai pemateri antara lain Dr Hari Wahyono M.Pd., yang merupakan Dosen Jurusan Ekonomi Pembangunan FEB UM, Manager International Indonesian Central Publication (IICP) Prof Dr. Deni Darmawan S.Pd., M.Si., MCE dan Yerry Soepriyanto sebagai Konsultan Ahli KAL Project.
“Latar belakang seminar ini karena kami merasa sangat terpanggil untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam kondisi seperti saat ini dimana banyak hal yang terjadi. Meski demikian kita harus tetap mengatasi dan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dalam kondisi yang berubah-ubah seperti saat ini,” ungkap dosen senior jurusan Ekonomi Pembangunan FEB UM ini.
Sementara di hari kedua, Prodi Ekonomi Pembangunan menggelar seminar nasional dengan tema ‘Pembangunan Ekonomi Daerah Dalam Menghadapi Disruktif Teknologi’ yang juga menghadirkan Wali Kota Malang Drs H. Sutiaji sebagai salahsatu narasumber seminar serta Badan Perencanaan dan penelitian Pengembangan pembangunan Daerah kota Batam Dr Wan Darusalam M.Sc., Kepala Bagian Administrasi Pembangunan SETDA Sumbawa, dan Dr Farida Rahmawati, SE., M.E., yang merupakan dosen pengajar di jurusan Ekonomi Pembangunan FEB UM
“Disruktif begitu banyak perubahan yang dipengaruhi oleh respon kita terhadap perubahan itu sendiri. Jika respon kita baik menyikapi perubahan yang ada maka hasilnya juga akan baik pula. Harapannya dengan adanya seminar nasional ini maka ada hasil yang bisa dipergunakan bagi masa depan indonesia tetap jaya,” ujar Yohanes.
Dalam paparannya, Wali Kota Sutiaji menyampaikan dalam situasi disruktif saat ini harus ada perubahan mindset semua orang.
“Jadi harus ada perubahan mindset bagi diri kita sendiri yakni bagaimana kita dapat bangga dengan produk-produk kita sendiri. Semoga usaha yang kita lakukan termasuk seminar nasional ini dapat menjadi akselerasi dan akulturasi pikiran khususnya bagi kota Malang. Kota Malang saat ini telah mendunia dalam hal digitalisasi. Banyak produk-produk anak muda kota Malang yang telah diterima dan dimanfaatkan di dunia. Di Kota Malang saat ini telah ada Perumda Aneka Usaha dimana salahsatu pasarnya adalah pasar digital,” ujar Wali kota Sutiaji.
Terkait upaya mengoptimalkan potensi daerah khususnya kota Malang, Wali Kota Malang meminta peran serta dukungan perguruan tinggi yakni Universitas Negeri Malang untuk terlibat di dalamnya.
Ditemui usai membuka seminar di hari kedua, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang (FEB UM), Dr Cipto Wardoyo, SE., M.Pd., M.Si., Ak., CA. Menyampaikan dalam seminar nasional inovasi pembelajaran tersebut banyak dituangkan ide-ide inovatif untuk peningkatan kualitas pendidikan melalui penggunaan berbagai teknologi yang ada.
“Jadi ada banyak inovasi yang dapat dilakukan dengan berbagai media dan penggunaan teknologi yang berkembang pesat saat ini. Kita tahu dengan teknologi, maka handphone atau gadget saja telah dapat melakukan berbagai hal,” ujar Cipto Wardoyo.
Menurut Dekan FEB UM, di era disruktif saat ini yang membawa begitu banyak perubahan maka semua pihak khususnya pelaku usaha juga harus beradaptasi dengan perubahan yang ada agar tetap mampu bertahan dengan berbagai inovasi.
“Terkait dengan harapan adanya peran serta perguruan tinggi khususnya UM dalam hal pengembangan potensi daerah di kota Malang, Universitas Negeri Malang selama ini telah banyak berperan dalam hal pengabdian kepada masyarakat secara langsung termasuk pelibatan mahasiswa dalam Kuliah Kerja Nyata di masyarakat,” ungkap Dekan FEB UM. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.