Pertukaran mahasiswa dalam dan luar negeri, mahasiswa magang hingga mahasiswa mengajar.
ADADIMALANG – Sebelum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbud Ristek Dikti) menjalankan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), STIE Malangkucecwara telah menjalankan program yang serupa meski berbeda nama.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua I Bidang Akademik STIE Malangkucecwara, Dra Tutik Arniati Ak., MM., CA., CPA yang menyampaikan STIE Malangkucecwara telah melaksanakan beberapa kegiatan yang saat ini masuk dalam kategori MBKM seperti pertukaran mahasiswa khususnya ke luar negeri.
“Jadi STIE Malangkucecwara ini telah sejak lama melaksanakan program pertukaran mahasiswa khususnya ke luar negeri, sehingga saat pelaksanaan MBKM dalam hal pertukaran mahasiswa maka STIE Malangkucecwara sudah tidak asing lagi dengan hal tersebut,” ungkap Tutik Arniati.
Hingga saat ini menurut Tutik kegiatan pertukaran mahasiswa dengan kampus luar negeri tetap dilanjutkan dan dengan adanya program MBKM justru sebisa mungkin akan kami tingkatkan.
Di tahun 2021 kali ini pertukaran mahasiswa STIE Malangkucecwara dengan kampus di Jepang tetap dilaksanakan meski terpaksa harus secara daring akibat situasi kondisi pandemi Covid-19 yang belum usai hingga saat ini.
“Mahasiswa yang ikut pertukaran mahasiswa ke Jepang tahun ini ada empat orang meski sementara ini masih harus daring karena pandemi,” ungkap Tutik.
Selain pertukaran mahasiswa luar negeri, pertukaran mahasiswa dari dalam negeri juga telah dilakasanakan yang diikuti 26 orang mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia datang ke kampus STIE Malangkucecwara untuk menimba ilmu.
“Selain pertukaran mahasiswa, kami juga telah lama melaksanakan kegiatan magang oleh mahasiswa yang saat ini juga masuk dalam kategori MBKM, dimana untuk tahun ini ada sebanyak 26 orang mahasiswa STIE Malangkucecwara yang magang di tempat industri,” jelas Tutik.
Tak cukup dengan itu, sebanyak enam orang mahasiswa STIE Malangkucecwara saat ini juga tengah melakukan kegiatan Mahasiswa Mengajar di enam sekolah selama enam bulan lamanya mulai September 2021 lalu.
“Jadi ada enam sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Malang dan Lombok dimana lokasi Mahasiswa Mengajar ini penempatannya ditentukan oleh Kemendikbud Ristek Dikti sendiri. Dengan kegiatan Mahasiswa Mengajar itu harapannya akan dapat menambah kompetensi dan pengalaman bagi mahasiswa STIE Malangkucecwara termasuk menyampaikan keilmuannya kepada masyarakat atau siswa di sekolah tempatnya mengajar tersebut,” pungkas Wakil Ketua I Bidang Akademik STIE Malangkucecwara. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.