Kunjungi Museum Brawijaya dan Klenteng Eng An Kiong Malang.

ADADIMALANG – Usai diterima secara resmi kedatangan peserta pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), sebanyak 60 orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di luar Jawa di kampus STIE Malangkuçeçwara (ABM) melaksanakan kegiatan perdana dalam program Modul Nusantara.

Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu ini merupakan bagian dari kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Kemenristekdikti.

Keakraban dan rasa kekeluargaan sangat terasa saat mengikuti program Modul Nusantara di kampus STIE Malangkuçeçwara. Bahkan sebelum berangkat, para dosen dan mahasiswa peserta Modul Nusantara memberikan ucapan dan nyanyian kepada salah satu mahasiswa yang tengah berulangtahun.

“Ingatlah bahwa di Kota Malang ini akan selalu ada saudaramu sampai kapan juga,” ungkap salah satu dosen pengampu Modul Nusantara di STIE Malangkuçeçwara, Drs. Eko Sudjawoto, MM diiringi lagu Selamat Ulang Tahun dari para peserta.

Sebagai kegiatan perdana, kegiatan Modul Nusantara perdana dilaksanakan kunjungan di dua tempat yang ada di Kota Malang yakni Museum Brawijaya dan Klenteng Eng An Kiong mulai pagi kemarin, Sabtu (17/09/2022).

“Jadi untuk kegiatan pertama Modul Nusantara di STIE Malangkuçeçwara hari ini kita melakukan kunjungan ke Museum Brawijaya dan Klenteng Eng An Kiong yang memang menjadi ciri khas juga di Kota Malang ini,” ungkap salah satu Dosen Modul Nusantara STIE Malangkuçeçwara, Dra Evi Maria m, M.Si., Ak., CA sebelum pemberangkatan.

Kunjungan ke Museum Brawijaya Kota Malang menurut Evi merupakan upaya dari pihak kampus STIE Malangkuçeçwara untuk memberikan materi sejarah di kota Malang dan sekitarnya yang juga memiliki pengaruh besar kepada Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Selain itu nantinya kita juga akan melakukan kunjungan ke Klenteng Eng An Kiong di Kota Malang untuk mengetahui bagaimana seni budaya dan pelaksanaan ibadah atau ritual keagamaan di Klenteng Eng An Kiong ini,” ujar Evi Maria.

Ditemui di Klenteng Eng An Kiong, Hasriani yang merupakan mahasiswa dari Universitas Sulawesi Barat menyampaikan rasa senangnya dapat mengunjungi museum Brawijaya hari ini.

“Senang sekali saya dan teman-teman dapat datang ke Museum Brawijaya yang bagus sekali ya. Dengan mengunjungi Museum
Brawijaya ini dapat membangkitkan semangat nasionalisme kami sebagai mahasiswa,” ujar Hasriani.

Kunjungan ke Klenteng Eng An Kiong juga membawa pengalaman baru bagi perempuan berhijab yang ramah ini.

“Wah ini pertama kali saya mengunjungi Klenteng, dan akhirnya kami tahu bagaimana isi dan kegiatan di dalam Klenteng yang selama ini hanya dapat kami lihat di televisi atau hanya dari luar saja,” ujar Hasriani.

Pengurus Klenteng Eng An Kiong, Rudy Pan juga sangat mengapresiasi kunjungan para mahasiswa dari berbagai kampus di luar Pulau Jawa tersebut ke Klenteng Eng An Kiong Kota Malang.

“Saya sangat senang sekali ya, karena ini kan berasal dari banyak kampus di Indonesia. NKRI menjadi satu dan mengunjungi Klenteng Eng An Kiong,” ungkap Rudy yang menjadi guide tour selama kunjungan.

Selain mendapat penjelasan tentang berbagai kegiatan di Klenteng Eng An Kiong termasuk tempat ritual keagamaan, para mahasiswa berkesempatan menyaksikan penampilan Barongsai dari Klenteng tersebut.

Musliana, dari Universitas Fajar Makassar yang juga ikut Modul Nusantara di STIE Malangkuçeçwara tersebut menyampaikan hari ini merupakan pertama kalinya dirinya melihat penampilan Barongsai di Klenteng.

“Wah penampilannya seru sekali. Ini pertamakali saya melihat penampilan Barongsai di Klenteng,” ungkap Musliana.

Musliana mengaku sudah pernah sekali menyaksikan penampilan Barongsai di luar Klenteng yang berbeda dengan yang disaksikan kali ini.

Selain Evi Maria, Modul Nusantara juga diampu oleh dua dosen STIE Malangkuçeçwara lainnya yakni Drs. Eko Sudjawoto, MM dan Dra. Dwi Danesty Deccasari, MM. (A.Y)