Digelar Badan Pangan Nasional untuk memperingati Hari Pangan Sedunia Ke-42.
ADADIMALANG – Diawali dengan pelaksanaan simposium pada hari Jumat siang kemarin (21/10), Gelar Pangan Nusantara dilaksanakan di Universitas Brawijaya (UB).
Dalam pembukaan secara resmi pagi tadi, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi menyampaikan acara Expo Gelar Pangan Nusantara tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari pangan sedunia ke-42.
“Kegiatan ini merupakan wujud pentahelix dimana akademisi dari Universitas Brawijaya yang pastinya mumpuni dengan para Wakil Rektor, Dekan dan Prodi segitu banyak ditambah jumlah mahasiswanya hingga 72 ribu. Lalu bisnisnya ada beberapa teman-teman BUMN, lalu governmentnya ada Pak Wakil Gubernur, dan teman-teman media,” ungkap Kepala Badan Pangan Nasional.
Arief menambahkan, dengan kegiatan tersebut dapat menunjukkan pada dunia bahwa dengan kolaborasi yang dilakukan harapannya akan dapat menghubungkan antara daerah sentra produksi dengan daerah-daerah konsumen yang itulah menjadi tugas Badan Pangan Nasional.
“Badan Pangan Nasional menjaga harga di hulu dan hilir ya, yang pertama tadi ketersediaan dan stabilisasi pangan, yang kedua adalah kerawanan pangan dan gizi dan yang ketiga adalah penganekaragaman konsumsi dan keamanan. Tiga hal tersebut harus jalan bersama yang membutuhkan dukungan dari Pemerintah Daerah seperti Provinsi Jawa Timur ini,” ungkap Arief.
Badan Pangan Nasional mengapresiasi Provinsi Jawa Timur yang merupakan salah satu dari 16 provinsi yang menjadi lumbung pangan nasional.

“Dari sini kaya sumber pangannya. Jika kami kesulitan pangan semua carinya ke Jawa Timur, jadi Majapahit itu adanya di Jawa Timur, sumber pangan ada di Jawa Timur. Jadi mari kita dukung terus kedaulatan pangan nasional ketahanan pangan di beberapa wilayah Indonesia,” ujar Arief.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Gimur, Emil E. Dardak mengapresiasi kerja Badan Pangan Nasional yang memastikan pangan tersedia dan terjangkau bagi masyarakat tetapi tidak melupakan kesejahteraan para petani, dimana hampir sepertiga masyarakat Jawa Timur bermata pencaharian sebagai Petani, Peternak dan Nelayan.
“Oleh karena itu kami menaruh harapan besar pada Badan Pangan Nasional bahwa kita dapat mendorong sinergi dari sisi permintaan dan produksi atau pasar dan juga produksi. Pemerintah Jawa Timur siap berkomitmen dimana salah satunya adalah bagaimana kita mendorong diversifikasi konsumsi pangan kita dengan apa yang banyak tersedia di lokal. Selain itu juga mendorong pengelolaan hasil-hasil pangan,” ungkap Wakil Gubernur Jawa Timur.
Di lokasi yang sama, Rektor Universitas Brawijaya, Widodo menyampaikan Universitas Brawijaya sebagai perguruan tinggi memiliki tiga fungsi Tridharma dimana untuk pendidikan, penelitian dan juga pengabdian masyarakat memiliki salah satu fokus kajian di bidang pertanian dan ketahanan pangan.
“Di UB ini tidak hanya kita lihat dari sisi pengembangan keilmuan saja tetapi juga pemanfaatan artificial intelligence (AI) di dalamnya,” ungkap Rektor UB.

Dalam pembukaan Expo Gelar Pangan Nusantara kali ini juga dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Universitas Brawijaya dengan Badan Pangan Nusantara. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.