Memiliki Demplot di 7 RT dengan ciri khas masing-masing wilayah.

ADADIMALANG – Meskipun baru pertama kali ikut dalam perlombaan Urban Farming setelah ditunjuk mewakili Kelurahan Pandanwangi, RW 10 Pandanwangi berhasil menduduki peringkat kedua dari total 57 peserta seKota Malang.

Hal tersebut diketahui saat pengumuman para pemenang Lomba Urban Farming oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang di gedung Kartini siang kemarin, Selasa (25/10/2022).

Ketua RW dan Ketua PKK RW 10 Pandanwangi yakni Anang TIS beserta istri nampak hadir memenuhi undangan panitia lomba Urban Farming tingkat Kota Malang tahun 2022.

Perlu diketahui dari hasil penilaian pertama yang diikuti 57 peserta yang mewakili semua kelurahan di Kota Malang, RW 10 Pandanwangi berhasil menduduki rangking 4.

“Alhamdulillah RW 10 masuk ke 12 besar karena dari hasil penilaian pertama berhasil menduduki peringkat ke empat. Ini baru pertama kali RW 10 Pandanwangi mengikuti lomba urban farming, dan ternyata masyarakat di 7 RT sangat mendukung dan bersemangat mengikutinya,” ungkap Ketua RW 10 Pandanwangi, Anang TIS usai pengumuman hasil penilaian tahap pertama beberapa waktu yang lalu.

Berbeda dengan lomba Urban Farming tahun sebelumnya, proses penilaian dilakukan kembali di tahap dua untuk menilai apakah hasil penilaian pertama tidak berubah saat dilakukan penilaian kembali.

Dari penilaian tahap dua, posisi RW 10 kembali melejit dari urutan ke empat langsung di urutan ke 2.

“Dari 7 RT yang ada di RW 10 Pandanwangi ini semuanya ada demplot, bahkan ada 1 RT yang memiliki 3 demplot meskipun demplot utama kita ada di RT 5. Dan setiap RT itu memiliki ciri khas masing-masing meskipun semuanya wajib menembangkan Bunga Telang dan juga budidaya Ikan Lele,” ungkap Anang TIS.

Tidak hanya sekadar menanam dan membudidayakan tanaman serta budidaya ikan Lele, warga RW 10 Pandanwangi juga melakukan inovasi pada hasil panen untuk menjadi olahan yang jumlahnya mencapai 60 lebih varian olahan.

“Ya ada yang berbentuk makanan, minuman, produk kecantikan, produk kesehatan hingga aksesoris seperti gantungan kunci dan lain sebagainya,” ungkap Anang TIS.

Semangat dan kekompakan warga untuk menjaga lingkungan dan mengembangkan urban farming di wilayah masing-masing menurut Anang menjadi salah satu modal besar untuk perubahan wajah RW 10 Pandanwangi saat dipimpin olehnya.

Naik di peringkat kedua, membuat RW 10 Pandanwangi mengikuti penilaian tahap ketiga sebagai penilaian terakhir lomba Urban Farming yang memiliki lima dewan juri dari berbagai bidang ini.

“Jadi yang ikut penilaian tahap tiga ini ada 12 peserta terbaik untuk menduduki peringkat terbaik nantinya,” jelas Anang saat penilaian tahap tiga lomba Urban Farming tahun 2022.

Dalam pengumuman pemenang Lomba Urban Farming kota Malang tahun 2022 ini RW 10 Pandanwangi berhasil menduduki peringkat ke dua terbaik dengan hadiah uang pembinaan sebesar Rp.4.500.000,-.

Dari penilaian terakhir, RW 10 Pandanwangi meraih nilai 945 atau hanya selisih empat poin saja dari juara pertama lomba urban farming tahun 2022.

“Kepada para juara, lomba ini tidak hanya sekedar mendapatkan prestasi sebagai juara tetapi lebih dari itu. Bagaimana keberlanjutan Urban Farming di wilayahnya itu tetap berjalan seperti biasanya. Jangan sampai siang ini menjadi juara, sore nanti tanamannya mati karena kering atau layu bukan karena dipanen. Keberlanjutan itu harus tetap berjalan,” ungkap salah satu juri, Sudiro, ST., MT yang merupakan dosen di ITN Malang. (A.Y)