Bantuan mobil akan dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan pengembangan UMKM di Kota Malang.
ADADIMALANG – Dalam rangka mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Malang, Bank Jatim secara resmi memberikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bentuk dua mobil ke Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.
Bantuan 2 unit mobil tersebut diserahkan langsung oleh Direktur IT dan Digital PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur (Bank Jatim) Zulhelfi Abidin kepada Wali Kota Malang Drs H. Sutiaji di sela-sela kegiatan Dekranasda di Stadion Gajayana pagi tadi, Minggu (22/01/2023).
“Bank Jatim ini merupakan bank dari masyarakat Jawa Timur, dan Kota Malang termasuk di dalamnya. Saat ini kami juga tengah fokus pada pengembangan UMKM sehingga kami berikan bantuan 2 unit mobil ini untuk pengembangan UMKM di Kota Malang,” ungkap Zulhelfi Abidin.
Bantuan mobil yang diserahkan ke Pemkot Malang ini berupa satu unit Mitsubishi Xpander dan satu unit Suzuki New Carry Pick Up yang diharapkan dapat membantu kebutuhan UMKM dalam hal kendaraan operasional dalam pengembangan usahanya.
“Jika UMKM terus bergerak dan berkembang maka akan terbuka lapangan pekerjaan yang akan berdampak pada pengurangan jumlah pengangguran, dan tentunya akan meningkatkan kesejahteraan,” ungkap Zulhelfi.
Usai menerima bantuan CSR tersebut, Wali Kota Malang, Drs H. Sutiaji menyampaikan apresiasi atas kepedulian Bank Jatim untuk pengembangan UMKM di Kota Malang.
“Terimakasih atas bantuan yang diberikan. Selama ini Bank Jatim kan bank kita dan sebagai apresiasi akhirnya Bank Jatim memberikan bantuan ke kami untuk pengembangan UMKM,” ujar Wali Kota Sutiaji.
Ditemui di lokasi dan waktu yang sama, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagngan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi menyampaikan dengan adanya bantuan mobil dari Bank Jatim tersebut maka memperlancar kegiatan yg berkaitan dengan UMKM di kota Malang.
“Apalagi kita sekarang kan sudah membentuk Sahabat UMKM dan kita juga memberikan pelayanan hingga ke RT RW dalam hal pengembangan UMKM seperti pendataan dan pengurusan NIB dan lain sebagainya,” ungkap Eko Adi. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.