ADADIMALANG.COM | Kabupaten TulungagungMajelis Agung Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di dusun Tumpuk, Desa Besuki, Kabupaten Tulungagung menyambut gembira atas kehadiran Kampung Bahasa Mandarin yang diresmikan siang hari tadi, Sabtu (01/07/2023).

Ketua Majelis Agung GKJWeta Natael H. Prianto menyampaikan Agung GKJW Dusun Tumpuk kegembiraan tersebut paska peresmian Kampung Bahasa Mandarin yang bar pertama kali ada di Indonesia ini.

“Kampung Bahasa Mandarin ini dapat berdiri berawal dari adanya kerjasama kemitraan MoU antara Universitas Ma Chung dengan Majelis Agung GKJW dusun Tumpuk terkait UMKM, beasiswa dan peningkatan ekonomi warga. Muncul ide dari pak Rektor Ma Chung yaitu Prof. Murpin untuk mewujudkan Kampung Budaya Mandarin yang hari ini diresmikan,” ujar Pendeta Natael.

Ide dari Rektor Universitas Ma Chung tersebut diakui Pendeta Natael disambut pengurus Majelis Agung GKJW Tumpuk dengan sukacita karena memiliki mimpi yang sama untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa Besuki ataupun dusun Tumpuk yang telah menguasai kemampuan berbahasa mandarin usai menjadi Pekerja Migran Indonesia.

 

“Semoga Kampung Bahasa Mandarin dusun Tumpuk ini akan dapat menjadi berkat dan dapat menjadi alat untuk pengembangan diri masyarakat baik di Dusun Tumpuk, Jawa Timur dan yang lebih luas lagi,” ungkap Pendeta Natael.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Desa Besuki, Suharto juga menyambut baik pendirian Kampung Bahasa Mandarin di dusun Tumpuk tersebut.

“Kita berharap dengan keberadaan Kampung Bahasa Mandarin ini akan membawa dampak ekonomi baik di dusun Tumpuk ataupun di Desa Besuki ini. Semoga dengan adanya Kampung Bahasa Mandarin ini dapat memicu perputaran perekonomian di desa Besuki ini dimana kami berharap peserta kursus dapat berasal dari berbagai wilayah termasuk dari luar negeri yang akan berdampak pada tingkat perekonomian di Desa ini,” ujar Suharto.

Menurut pria berkacamata ini, dalam penerapan pendidikan di Kampung Bahasa Mandarin di dusun Tumpuk tersebut diharapkan juga mengajarkan materi tentang etika agar para peserta kursus tidak melupakan kearifan lokal yang ada di dusun Tumpuk, desa Besuki kabupaten Tulungagung tersebut. (A.Y)