Sudah ada satu kelas yang mendaftar dan akan dimulai semester Gasal tahun 2023 ini.
ADADIMALANG.COM | Kampus ABM – Setelah dinyatakan layak dan memenuhi syarat untuk menjalankan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), STIE Malangkuçeçwara juga berhasil mendapatkan dan hibah RPL dari Kemendikbud RI.
“Dari 127 perguruan tinggi yang mengajukan, STIE Malangkuçeçwara menjadi salah satu dari total 57 perguruan tinggi yang dinyatakan menerima dana hibah RPL tersebut,” ungkap Wakil Ketua I bidang akademik STIE Malangkuçeçwara, Dra. Tutik Arniati, Ak., M.M., CA., CPA.
Terkait dengan telah diperolehnya dana hibah tersebut, Tutik Arniati menjelaskan pihak kampus STIE Malangkuçeçwara kemudian menindaklanjuti dengan menggelar kegiatan Pendampingan Penyelenggaraan dan workshop Asessor RPL selama dua hari mulai hari ini di Hotel Atria Kota Malang.
“STIE Malangkuçeçwara dinyatakan telah memenuhi syarat untuk menggelar program RPL yang dilihat dari kesiapan kita untuk melaksanakannya. Rencananya kita akan mulai program RPL ini bulan September atau di semester Gasal tahun 2023 ini,” ungkap Tutik Arniati.

Sementara itu Ketua STIE Malangkuçeçwara, Drs Bunyamin, MM., PhD menyampaikan dana hibah yang didapatkan STIE Malangkuçeçwara (ABM Malang) tersebut harus dilihat sebagai wujud kepercayaan pemerintah kepada kampus STIE Malangkuçeçwara yang dinilai telah mampu melaksanakan progam RPL.
“Oleh karena itu kita mempersiapkan pelaksanaan program RPL itu sebaik mungkin yang kita awali dengan melaksanakan pendampingan penyelenggaraan dan workshop asessor RPL hari ini dengan mengundang dua narasumber yang merupakan pakar dalam hal RPL,” ungkap pria yang akrab disapa Beni ini.
Dengan pelaksanaan program RPL tersebut menurut Beni pemerintah ingin memperluas dan memperdalam akses pendidikan terlebih kepada masyarakat yang telah bekerja, sehingga telah memiliki pengalaman yang banyak atau bahkan melebihi fresh graduate namun sayangnya tidak diakui.
“Nah ini sayang sekali apabila mereka yang teah menyelesaikan pendidikannya di D1batau D2 ataupun D3 yang kemudian bekerja tapi perlu diakui. Dengam program RPL ini maka mereka dapat melanjutkan ke perkuliahan dengan menambah SKS tertentu dan tidak teralu lama karena pengalamannya dikonversi menjadi beberapa mata kuliah. Nah ini intinya daru pada RPL itu sebenarnya,” ungkap Beni.
Potensi masyarakat yang dapat memanfaatkan program RPL tersebut menurut Beni ternyata cukup besar dimana di kampus STIE Malangkuçeçwara telah ada sekitar 40 orang yang telah mendaftar untuk mengikuti program RPL tersebut meski masih belum dilaksanakan.
“Pada prinsipnya pengalaman itu kita konversikan menjadi sebuah nilai sehingga dalam kurikulum cukup menambahkan beberapa mata kuliah yang memang perlu dilakukan dan memang secara pengalaman belum juga di daftarkan. Tetapi kami juga tidak serampangan asal menerima dan mengkonversi pengalaman yang dimiliki, tetap harus sesuai dengan regulasi dan standar yang kita miliki. Karena di STIE Malangkuçeçwara itu quality is a must,” pungkas Bunyamin.
Ditemui usai memberikan materi RPL, salah satu narasumber pendampingan yakni Dr. Ludfi Djayanto, MBA mengapresiasi kampus STIE Malangkuçeçwara yang dinilainya memiliki kesiapan yang matang dalam proses akan melaksanaan program RPL.
“STIE Malangkuçeçwara ini bagus sekali ya kesiapannya, bahkan mulai dari Ketua hingga dosen-dosennya sudah nampak siap untuk menjalankan program RPL ini. Saya hanya memberikan materi terkait hal-hal teknis yang harus diisi dan dipersiapkan saat melaksanakan program RPL ini nantinya,” ungkap Ludfi.

Menyambung tentang kesiapan STIE Malangkuçeçwara melaksanakan program RPL, Tutik Arniati menegaskan bahwa hingga saat ini STIE Malangkuçeçwara telah memiliki 11 orang asessor dalam hal RPL sehingga diharapkan saat dilaksanakan nanti akan daoat memenuhi kebutuhan mahasiswa yang mengikuti program tersebut.
Hingga berita ini dimuat, kegiatan pendampingan penyelenggaraan dan workshop Asessor RPL STIE Malangkuçeçwara STIE Malangkuçeçwaraini masih tengah dilaksanakan. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.