Lebih dari seribu orang di Malang Raya telah mendapat edukasi gigi dan mulut mulai dari para siswa sekolah dasar hingga guru dan juga orang tua siswa.

ADADIMALANG.COM | Kota Batu – Mendukung gerakan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Bebas Karies Gigi, sejumlah lembaga kesehatan gigi seperti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), FDI dan lainnya menggelar kegiatan Brush Day and Night tahun 2023.

Rangkaian kegiatan telah dilaksanakan di wilayah Malang Raya beberapa waktu sebelumnya dimana hari ini (11/08/2023) kegiatan dilaksanakan di dua Sekolah Dasar di Kota Batu yakni SDN Giripurna 1 Kota Batu dan SD Muhammadiyah 4 Kota Batu.

“Alhamdulillah dan terimakasih sebesar-besarnya saya ucapkan kepada Kepala Sekolah yang telah menerima kami dengan tangan terbuka dimana tim kami ini merupakan tim gabungan dokter gigi dimana siang hari ini kita akan membahas tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut,” ungkap perwakilan dari FKG UB, drg. Merlya Balbied, M.MRS.

Perwakilan dari FKG UB, drg. Merlya Balbied, M.MRS. saat memberikan sambutan dalam kegiatan ToT di SD Muhammadiyah 4 Kota Batu (Foto : Agus Yuwono)
Perwakilan dari FKG UB, drg. Merlya Balbied, M.MRS. saat memberikan sambutan dalam kegiatan ToT di SD Muhammadiyah 4 Kota Batu (Foto : Agus Yuwono)

Menurut drg Merlya, kegiatan Brush Day and Night tersebut dilaksanakan secara serentak di 25 provinsi Indonesia yang salah satunya adalah Malang Raya.

“Target kegiatan ini yang pertama adalah usia dewasa dalam hal ini guru serta orang tua siswa, sementara target berikutnya adalah para murid SD dengan total target di Malang Raya ini sebanyak 1.000 orang. Jadi seluruh Indonesia ditargetkan sasarannya untuk edukasi kali ini mencapai 25 ribu orang,” ungkap perempuan ramah ini.

Pelaksanaan ToT di SD Muhammadiyah 4 Kota Batu (Foto Agus Yuwono)
Pelaksanaan ToT di SD Muhammadiyah 4 Kota Batu (Foto Agus Yuwono)

Selain memberikan edukasi, tim gabungan dokter gigi ini juga melakukan intervensi pencegahan dengan melakukan pelapisan gigi pada anak-anak sebanyak 100 anak di Taman Pendidikan Quran Darussalam beberapa waktu yang lalu.

Menurutnya, kegiatan di SD Giripurno 1 dan SD Muhammadiyah 4 Kota Batu dilakukan dalam bentuk Training of Trainer (TOT) pada guru sekolah yang nantinya akan melakukan edukasi kepada para siswa-siswinya.

“Alhamdulillah di Kota Batu ini telah tercapai target seribu siswa dimana di SDN Giriurno 1 ini diikuti 280 orang siswa, sementara di SD Muhammadiyah 4 Kota Batu ini sebanyak 718 siswa. Belum ditambah dengan jumlah bapak ibu guru di dua sekolah tersebut,” pungkas drg. Merlya Balbied, M.MRS.

Kegiatan pagi hari dilaksanakan di SDN Giripurno 1 Kota Batu, dimana Salah satu guru yakni Intan Bayuchristina Sari mengapresiasi kegiatan edukasi dalam kegiatan Brush Day and Night tersebut.

“Kegiatan ini sangat bagus karena dapat memberikan pengetahuan dari narasumber terpercaya misalnya makanan apa saja yang tidak boleh dimakan, dan waktu yang tepat kapan menyikat giginya.

Siswa-siswi SDN Giripurno 1 Kota Batu melakukan kegiatan sikat gigi bersama usai mendapat sikat gigi dan pasta gigi gratis dalam kegiatan Brush Day and Night 2023 (Foto : Agus Yuwono)
Siswa-siswi SDN Giripurno 1 Kota Batu melakukan kegiatan sikat gigi bersama usai mendapat sikat gigi dan pasta gigi gratis dalam kegiatan Brush Day and Night 2023 (Foto : Agus Yuwono)

Dengan edukasi yang diberikan, Intan menyampaikan siswa kelas 1 hingga kelas 6 semakin bersemangat dalam merawat dan menjaga giginya.

“Tadi anak-anak juga senang karena diberi sikat dan pasta gigi oleh para dokter gigi,” pungkas Intan.

Usai kegiatan di SDN Giripurno I Kota Batu, kegiatan dilaksanakan di SD Muhammadiyah 4 Kota Batu dimana Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 4 Kota Batu yakni Mariani, SPd menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak pelaksana Brush Day and Night tahun 2023 yang telah memilih SD Muhammadiyah 4 Kota Batu sebagai lokasi pelaksanaan edukasi kesehatan gigi dan mulut.

“Terimakasih telah memilih sekolah kita SD Muhammadiyah 4 Kota Batu sebagai lokasi sosialisasi dan edukasi kesehatan gigi dan mulut. Ini suatu kebanggaan bagi kita ya karena dari banyak sekolah di sini sekolah kita terpilih menjadi lokasi kegiatan edukasi,” ungkap Mariani.

Dengan adanya Training of Trainer kepada para guru di sekolah yang dipimpinnya tersebut, Mariani menyampaikan pihaknya sangat terbantukan untuk dapat melakukan sosialisasi kesehatan gigi dan mulut kepada para siswa didiknya. (A.Y)