Program PKM-PM Ladang Berbagi Bersama dilaksanakan selama enam minggu di desa Sumbermanjing Kulon, Kabupaten Malang.

ADADIMALANG.COM | Kabupaten Malang – Empat orang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-PM) Ladang Berbagi Bersama memberi solusi permasalahan yang terjadi di desa Sumbermanjing Kulon, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang terkait krisis akan tanaman bumbu dapur dan minimnya pengetahuan untuk pemanfaatan lahan.

Diharapkan dengan pengelolaan dan pemanfaatan lahan tersebut maka dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat desa tersebut mengingat karena faktor geografis dataran rendah membuat daerah tersebut sering mengalami banjir sehingga sulit untuk dapat menanam bumbu dapur.

Tim PKM Ladang Berbagai Bersama yang dibimbing oleh Rumi Suwardiyati, S.H.,M.Kn., dan Daru Adianto, S.H., M.T. tersebut juga memberikan inovasi untuk menanam salah satu cabe terpedas di Indonesia yaitu jenis Katokkon yang berasal dari Tana Toraja pertama di Jawa Timur dan ternyata berhasil berbuah.

“Jadi kegiatan PKM-PM ini dilaksanakan selama enam minggu mulai1 Juli 2023 hingga 15 Oktober 2023 dengan melakukan sepuluh kali kunjungan ke lokasi kegiatan,” jelas Ketua PKM-PM Ladang Bersama, Shalsa Bila Agustina.

Menurut mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) angkatan tahun 2022 ini, desa Sumbermanjing Kulon menjadi salah satu desa di Kabupaten Malang yang memiliki potensi penggunaan lahan mengingat banyaknya lahan kosong yang ada di sekitar rumah warga namun kurang dimanfaatkan dengan baik.

“Salah satu penyebabnya karena tidak adanya pengetahuan dalam hal pengelolaan lebih lanjut seperti menanam tanaman bumbu dapur yang dapat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan bumbu dapur. Selain itu Desa Sumbermanjing Kulon ini diharapkan dapat menjadi desa dengan ketahanan pangan rumah tangga yang kuat agar dapat menjadi desa percontohan dalam mengentaskan krisis pangan,” ujar Shalsa Bila Agustina.

Kegiatan CANGKUL 3 (Bincang Kumpul) bersama Komunitas Anjuk Ladang
Kegiatan CANGKUL 3 (Bincang Kumpul) bersama Komunitas Anjuk Ladang

Tim PKM-PM yang beranggotakan Dhenasya Sukma Hardaningtyas (Hukum 2021), Sinatrya Vian Firdaus (Hukum 2022), Nico Ari Wijaya (Hukum 2022), dan Ferio Ivan Mulyono (Hukum 2022) ini menawarkan konsep pertanian berkelanjutan melalui metode penanaman vertikultur khususnya mengenai tanaman bumbu dapur.

Program PKM-PM Ladang Berbagi dari Universitas Brawijaya ini mendapat apresiasi dari Kepala Desa Sumbermanjing Kulon yakni Kariyuti yang mengungkapkan pihaknya merasa sangat terbantu atas kedatangan Tim PKM-PM Ladang Berbagi dalam membantu peningkatan keterampilan warga desanya terkait penanaman cabai dan bawang merah menggunakan metode Vertikultur yang baru mereka ketahui dan terbukti sangat efektif.

“Ternyata metode yang diajarkan ini sangat efekti dan tentunya akan dapat memberikan dampak positif untuk pemenuhan kebutuhan tanaman bumbu dapur warga kami dan kami akan melanjutkan program ini agar menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya,” ujar Kariyuti dengan semangat.

Senada dengan Kariyuti, Bambang selaku Ketua Karang Taruna Lentera Karya Sumbermanjing Kulon menyampaikan mahasiswa pelaksana program PKM-PM dari Universitas Brawijaya selama ini telah melaksanakan sosialisasi dan sangat membantu warga masyarakat dalam menjalankan program PKM-PM.

Mengakhiri wawancara, Shalsa menegaskan dirinya dan tim memiliki harapan besar atas keberlanjutan program Ladang Berbagi Bersama untuk dapat terus bermanfaat bagi warga di desa Sumbermanjing Kulon dan meningkatkan pemenuhan kebutuhan bahan pokok khususnya Cabai dan Bawang Merah.

“Selain itu semoga keterampilan menanam dengan metode vertikultur yang telah kami bimbing ini akan dapat lebih dikembangkan lagi,” tukas Shalsa. (A.Y)