Dispussipda Kota Malang menggelar FGD pamungkas untuk menelusuri Sejarah DPRD Kota Malang yang dilaksanakan di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Malang.
ADADIMALANG.COM | Kota Malang – Setelah tiga kali menggelar Focus Group Discussion (FGD) penelusuran sejarah DPRD Kota Malang, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang menggelar FGD pamungkas hari ini, Selasa (21/11/2023).
Kegiatan FGD terakhir kali ini dilaksanakan di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Malang dengan menghadirkan tiga narasumber utama yakni sejarawan asal UM, perwakilan Dispussipda Provinsi Jawa Timur dan Ketua DPRD Kota Malang.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah kota Malang, Ir. Yayuk Hermiati, MM., menyatakan pihaknya berharap dalam FGD terakhir tersebut akan didapatkan arsip autentik terkait sejarah DPRD Kota Malang.
“Tentunya selain narasumber, para peserta FGD juga akan memberikan masukan terkait dengan penelusuran sejarah DPRD Kota Malang tersebut. Setelah FGD ini maka nanti dilihat di akhir diskusi jika memang telah ketemu tanggal lahir DPRD Kota Malang maka akan diberi masukan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jawa Timur maka tugas kita sudah selesai. Setelah itu tinggal menetapkan tanggal lair DPRD Kota Malang,” ujar Yayuk.
Sementara itu, Kepala Bidang Penyelamatan dan Pemanfaatan Arsip Statis Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jawa Timur yang hadir juga dalam FGD kali ini yakni Todar Arif menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif parlemen maupun kawan-kawan penggerak literasi di Malang untuk melakukan pengumpulan sumber-sumber sejarah terkait dengan sejarah atau historografi parlemen kota Malang.
“Yang kedua kami juga memberikan dorongan semangat kepada kawan-kawan di dalam melakukan penelusuran sumber arsip ini semoga mudahan penelusuran sumber arsip ini nantinya juga semakin memperkuat fakta dan bukti tentang kinerja dan juga hasil-hasil yang sudah dilakukan oleh parlemen kota Malang,” ujar Todar Arif.

Berbagai arsip sejarah yang berhasil dikumpulkan menurut Todar akan dilakukan analisis dan kemudian diinterpretasikan ataupun kritik terhadap sumber-sumber yang telah dikumpulkan itu benar realable dan bisa dipertanggungjawabkan atau tidak.
Apresiasi positif juga diberikan Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, SE., MM., yang juga hadir sebagai narasumber FGD kali ini.
“Wah sangat antusias sekali upaya penelusuran sejarah DPRD Kota Malang ini yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Malang yang ternyata banyak menarik sejarawan, akademisi untuk ikut berpikir bersama menunjukkan kapan hari lahirnya DPRD Kota Malang. Dari awal kami memang ingin melihat dan saya melihat mencari di arsip ternyata hari ulang tahun DPRD Kota Malang ini belum ditentukan ,” ujar Made.

Dengan diketahuinya dan ditetapkannya tanggal lahir DPRD Kota Malang, Made berharap akan ada manfaat lebih yang dapat dilakukan oleh DPRD Kota Malang untuk masyarakat Kota Malang.
“Nantinya akan ditetapkan melalui Sidang Paripurna kapan Hari Lahir DPRD Kota Malang, dan kami berharap itu akan membawa manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Misalkan saja setiap peringatan Hari Ullang Tahun DPRD Kota Malang, maka akan digelar berbagai aksi sosial di masyarakat seperti bedah rumah, pemeriksaan dan pengobatan gratis yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” pungkas I Made Riandiana Kartika, SE., MM.
Dari pantauan di lokasi kegiatan FGD terakhir ini nampak ada yang tidak biasa, karena beberapa tokoh literasi Kota Malang yang menginisiasi dan getol mengawal penelusuran sejarah parlemen Kota Malang tidak nampak hadir di lokasi. Padahal sejak FGD pertama hingga yang ke tiga, para tokoh-tokoh tersebut selalu konsisten hadir dan berperan dalam pelaksanaan setiap FGD tersebut. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.