Menjadi wadah mahasiswa STIE Malangkuçeçwara untuk berlatih, praktik hingga konsultasi masalah trading.
ADADIMALANG.COM | Kampus ABM – Menindaklanjuti kerjasama yang telah dibuat oleh Bestprofit Futures (BPF) Malang dengan pihak Kampus STIE Malangkuçeçwara (ABM Malang), kedua belah pihak sepakat menyediakan tempat bagi mahasiswa untuk dapat berlatih dan praktik langsung melakukan trading.
Kesepakatan tersebut diwujudkan dengan peresmian Pojok Future Trading Link Centre (FTLC) di kampus STIE Malangkuçeçwara pagi ini, Selasa (19/12/2023).
“Jadi hari ini adalah peresmian FTLC sebagai tindak lanjut dari kerjasama atau MoU kita dengan STIE Malangkuçeçwara sejak tahun 2019 lalu,” jelas Andri, selaku Pimpinan BPF Malang.
Menurutnya, dengan keberadaan FTLC tersebut akan memberikan kesempatan kepada para mahasiswa STIE Malangkuçeçwara untuk memiliki tempat praktik, latihan dan konsultasi terkait dengan dunia trading.
“Selain itu para mahasiswa juga dapat melakukan simulasi seolah-olah sedang melakukan trading sehingga kita tidak mengalami risiko secara riil atau sesungguhnya. Nah nanti jika kemudian ada yang berminat atau tertarik menjadi wakil pialang berjangka atau jadi investor pemula dapat menghubungi kami di BPF Malang,” ungkap pria ramah ini.
Kerjasama dengan berbagai kampus diakui Andri telah cukup banyak dilakukan oleh BPF Malang, namun untuk kerjasama dalam bentuk FTLC di kampus baru pertama kali.
“Dalam peresmian FTLC ini kita juga menggelar lomba mading yang diikuti sejumlah tim dari mahasiswa STIE Malangkuçeçwara yang akan kami umumkan hari ini setelah setiap peserta mempresentasikan mading karya masing-masing. Nantinya setiap juara akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai dari BPF Malang,” tukas Andri.
Ditemui di lokasi yang sama, Dra Tutik Arniati, Ak., MM., CA., CPA., selaku Wakil Ketua STIE Malangkuçeçwara menjelaskan FTLC sebenarnya sudah pernah ada namun kemudian vakum.
“Nah hari ini kami kembali aktifkan FTLC bersama dengan teman-teman dari BPF Malang, sekaligus sebagai implementasi kerjasama STIE Malangkuçeçwara dengan BPF Malang yang telah cukup lama terjalin,” ungkap Tutik Arniati.
Menurut Tutik, biasanya kegiatan tentang bursa berjangka atau profesi pialang tersebut dilakukan melalui kegiatan seminar atau sosialisasi yang dirasa kurang dapat membuat mahasiswa benar-benar memahaminya.
“Dengan keberadaan FTLC ini maka mahasiswa tidak hanya belajar teori saja tetapi dapat praktik dan melakukan simulasi sehingga dapat memiliki gambaran riil tentang trading, pialang dan bursa berjangka dan lain sebagainya di FTLC ini. Bahkan jika mengalami kesulitan dapat melakukan konsultasi, sehingga akan sangat-sangat membantu pemahaman mahasiswa STIE Malangkuçeçwara,” ujar Tutik.
Dengan memiliki pemahaman dan latihan yang semakin sering akan membuat mahasiswa STIE Malangkuçeçwara memiliki kemampuan atau kompetensi yang mumpuni di bidang trading sehingga akan menjadi nilai tambah setelah lulus nantinya. (A.Y)