Siap berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk kampus untuk peningkatan skill para mahasiswa.
ADADIMALANG.COM | Kota Malang – Meskipun dikenal dengan Kota Pendidikan dengan banyaknya kampus atau perguruan tinggi termasuk yang mengambil spesifikasi IT, namun penguasaan skill IT di Malang Raya ini diakui maish terdapat kesenjangan yang cukup jauh.
“Jadi ini sampling di Nortis Academy saja ya, saat kita membuka kesempatan magang ternyata ada 2.000 pendaftar yang kemudian kita beri tes untuk mengerjakan dua soal IT dasar (basic). Hasilnya hanya 600 orang saja yang melanjutkan ke tahap berikutnya. Ini menunjukkan adanya kesenjangan penguasaan skill IT tersebut,” ujar Chief Technology Officer DOT Indonesia, Ardi Imawan.
Menyikapi kondisi tersebut, Nortis Academy hadir di Malang untuk mendukung penguasaan skill IT di Malang Raya dan sekitarnya tersebut dapat semakin merata dan meningkat pesat.
“Kalau faktor penyebab masih kurangnya kemampuan IT ini banyak ya seperti kurang minat dalam studinya, dorongan orang tua hingga faktor lainnya. Tapi kalau menurut saya, banyak perguruan tinggi yang spesialis IT itu memberikan semua pembelajaran fundamental sehingga mahasiswa merasa terlalu berat dan kurang fokus pada skill tertentu yang benar-benar dikuasainya,” ungkap Ardi.
Hal tersebut menurut Ardi sangatlah berbeda dengan konsep pembelajaran di Nortis Academy, dimana peserta didik akan diberikan materi skill yang benar-benar dikuasai atau ingin dikuasai saat mengikuti bootcamp dan kegiatan lainnya.
Sementara itu, CEO Nortis Academy yakni M. Ziaelfikar Albaba menyampaikan dalam peluncuran Nortis Academy hari ini, pihaknya mengundang berbagai perguruan tinggi di Malang Raya dan sekitarnya, termasuk beberapa komunitas pelaku ekonomi kreatif.

“Nortis Academy siap bekerjasama dengan berbagai kampus khususnya yang bergerak di bidang IT untuk melakukan upslkilling melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan hingga update kurikulum yang akan diajarkan. Dan siang ini secara resmi usai launching, kami akan melakukan penandantanganan MoU dengan beberapa perguruan tinggi yang juga hadir siang ini,” ungkap Ketua komunitas pelaku start up STASION ini.
Sepengetahuan dirinya, Fikar menegaskan banyak pemilik skill IT yang mumpuni di Kota Malang atau malang Raya ini jika telah benar-benar menguasai biasanya sudah tidak lagi berada di Malang lagi, melainkan ada di Jakarta karena direkrut perusahaan atau mengembangkan usahanya menjadi lebih besar lagi.
https://youtu.be/YrMGH3kOgOU
Salah satu yang melakukan penadantanganan MoU bersama Nortis Academy ini adalah Binus University Malang, dimana Agam Syahputra sebagai Tim Internship Program Binus Malang menegaskan dengan adanya MoU tersebut maka pihaknya dapat berkolaborasi lebih dalam lagi bersama Nortis Academy. Meskipun di waktu-waktu sebelumnya Binus Malang juga telah berkolaborasi dengan lembaga yang dulunya bernama Nest Academy ini.
“Ya wujud kerjasamanya bisa dalam bentuk mentoring, intership hingga mengajar ataupun updating kurikulum dan lain sebagainya. Kami sangat antusias dengan keberadaan Nortis ini untuk memperkuat talent-talent yang mungkin belum menguasai satu atau beberapa skill IT atau bidang-bidang tertentu lainnya,” ungkap Agam.
Peresmian Nortis Academy ditandai alam bentuk pemotongan tumpeng jajan pasar oleh Ardi yang diserahkan kepada M. Ziaelfikar Albaba dan perwakilan manajemen Nortis Academy yang dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama dengan para tamu undangan. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.