Kegiatan edukasi dilaksanakan di SMP Muhammadiyah I Kota Malang yang diikuti 130 orang siswa.
ADADIMALANG.COM | Kota Malang – Semakin banyaknya temuan perokok di usia dini membuat banyak pihak merasa perlu untuk memberikan wawasan terkait bahaya merokok kepada para siswa sekolah.
Salah satunya adalah para dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB) yang langsung terjun ke lapangan untuk memberikan pemahaman akan bahaya merokok kepada para siswa di sekolah tingkat pertama (SMP).
Kegiatan sosialisasi tentang bahaya merokok bagi kesehatan mulut dan gigi tersebut kali ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah I Kota Malang, yang diikuti oleh sekitar 130 orang siswa baik kelas 7, 8 dan 9.
“Jadi kegiatan ini merupakan bagian Pengabdian Kepada Masyarakat dari Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB) yang kali ini menyasar pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Muhammadiyah I Kota Malang ini. Hari ini kita bersama 11 mahasiswa FKG UB memberikan edukasi terkait bahaya merokok dan juga manifestasinya di dalam rongga mulut. Jadi bahaya merokok itu tidak hanya terkait dengan organ dalam seperti Paru-Paru atau Jantung saja, tapi bermanifestasi dalam rongga mulut juga,” jelas Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat FKG UB, drg. Trining Widodorini, M.Kes., di sela-sela pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat.
Menurut drg Trining, kegiatan edukasi bahaya merokok yang dilaksanakan tersebut selaras dan harmonis dengan program dari pemerintah yaitu program berhenti merokok, sehingga pihaknya bersama-sama dengan pihak lainnya berusaha memberikan yang bermanfaat bagi generasi Indonesia ke depannya termasuk perokok aktif ataupun perokok pasif yang sangat berbahaya.
Dimulai pukul 08.00 WIB, kegiatan dimulai dengan pemberian materi bersama dengan Dr. drg. Ester H. Lodra, Sp.BMM., dan drg. Malianawati Fauziyah, Sp.Perio, para siswa juga menyaksikan film tentang bahaya merokok yang dapat berpengaruh pula pada kesehatan gigi dan mulut.
“Untuk adik-adik tadi kita berikan Pre-Test dan kemudian kita tayangkan video terkait publikasi bahaya merokokdan kemudian kita berikan lagi tes untuk mengetahui pemahaman terkait materi yang kita sampaikan. Kita juga berikan edukasi untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, termasuk penyakit-penyakit yang biasa dialami oleh masyarakat pada umumnya,” ungkap drg. Trining.
Ditanya dampak merokok pada kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi, dr. Trining menyampaikan akan muncul bercak-bercak yang ada di bagian mahkota gigi akibat kebiasaan merokok, termasuk di dalam rogga mulut, di jaringan lunak hingga jaringan keras gigi sampai terjadinya kanker rongga mulut.

Sementara itu, salah satu Dosen FKG UB yang mengikuti kegiatan tersebut yakni Dr. drg. Ester H. Lodra, Sp.BMM. menambahkan selama masih punya gigi maka manusia akan selalu berhadapan dengan banyak masalah di gigi dan mulut dimana untuk anak-anak karena lingkungan atau orang tuanya merokokk maka kebiasaan merokok dianggap biasa saja untuk dilakukan.
“Jika kebiasaan membersihkan gigi dan mulut kurang baik dan ditambah dengan kebiasaan buruk seperti merokok maka gig gampang berdarah kemudian mulai muncul bercak atau bahkan muncul lubang di leher-leher gigi atau tempat yang seharusnya tidak ada lubang gitu ya. Itu bukan cuma masalah tidak cantik atau tidak cakep lagi ya setelah ditambal, tetapi itu jadi kayak titik yang paling lemah karena Tuhan siapkan emailnya itu mulai dari bagian pengunyah hingga leher semakin tipis. Jika di daerah situ telah terpapar dan sebagian jaringan pelindungnya juga rusak, maka di daerah lubang itu sudah tidak bisa diapa-apakan lagi padahal mereka masih di usia yang seharusnya mulut masih bisa dipakai untuk mengunyah dengan optimal,” ungkap drg. Ester H. Lodra.
Menurut dokter gigi yang juga ahli bedah mulut ini, dirinya seringkali menghadapi pasien yang datang ke tempat praktiknya namun kondisinya sudah tidak dapat dilakukan perbaikan atau perawatan lagi.
“Jadi umur masih 30-40 tahun tapi sudah dengan diabetes atau dengan keluhan hipertensi, bahkan giginyapun habis, atau sering muncul keluhan gangguan lambung. Jadi kompleks sekali masalahnya dan itu diawali dari pemahaman usia dini yang kurang. Itu makanya pagi ini kami ada di sini sekarang, semoga bermanfaat dan membangun habit yang baik dari usia sekolah ini,” pungkas drg. Ester H. Lodra.
Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya ini mendapat apresiasi positif dari Guru BK SMP MuhammadiyahI Kota Malang, Alifah Dellafrinida, S.Psi yang menyampaikan rasa terimakasihnya karena para dokter gigi dari Universitas Brawijaya ini berkenan membagikan informasi terkait bahaya merokok bagi kesehatan gigi dan mulut.
“Kami sudah menyampaikan juga kepada para siswa tentang bahaya merokok, tetapi secara umum sesuai kemampuan kami. Alhamdulillah sekarang diberikan ilmu dan wawasan langsung dari para Dokter Gigi yang memang expert di bidang ini,” ungkap Alifah.
Ditanya animo para siswa mengikuti materi bahaya merokok serta kesehatan gigi dan mulut tersebut, Alifah menegaskan para siswa didiknya merasa excited karena mendapatkan ilmu baru dari dosen FKG UB tersebut.

Dengan pemberian materi mulai dari siswa kelas 7 yang baru masuk sekolah tingkat pertama, Alifah berharap dapat menjadi tameng atau bahan bagi para siswa untuk menolak jika ada yang mengajak untuk ikut merokok.
“Dengan adanya materi ini, para siswa baru juga memiliki wawasan terkait bahaya merokok sehingga dapat menolak saat diajak kawan atau kakak kelas mereka untuk merokok secara sembunyi-sembunyi,” ungkap perempuan berhijab ini.
Mengakhiri wawancara, Alfiah berharap kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen FKG UB ini dapat kembali dilaksanakan di SMP Muhammadiyah I Kota Malang dengan materi yang berbeda terkait kesehatan rongga mulut dan juga gigi agar para siswanya memperoleh wawasan tentang kesehatan bagi masa depan mereka. (A.Y)
