Kota Malang – Kota Malang – Keinginan untuk membudayakan riset dan publikasi karya ilmiah baik di tingkat nasional ataupun internasional yang juga menjadi salah satu tujuan Konferensi Regional Akuntansi (KRA) V di kota Malang hari ini, diharapkan disambut sebagai sebuah peluang bagi para pendidik Akuntansi yang tergabung di dalam Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Kompartemen Pendidik.
Ketua IAI Kompartemen Pendidik Indonesia, Nunuy Nur Afia menjelaskan bahwa saat ini Indonesia sedang menghadapi pertumbuhan yang inklusif (inklusif growth), dimana Indonesia dalam perekonomian dunia itu menjadi 16 besar dunia dan diestimasi pada tahun 2030 Indonesia akan menjadi 8 besar ekonomi dunia dengan strategi-strategi yang harus dilaksanakan.
“Kita punya strategi nasional untuk bisa mencapai inklusif growth itu dengan 9 pilar seperti penguatan pada kualitas pendidikan dan keterampilan SDM Indonesia. Kemudian yang tak kalah penting itu adalah inklusi dari keuangan dan yang ketiga adalah penguatan tata kelola dan strategi yang lain.Dalam tiga strategi ini akuntan bisa berperan melalui hasil-hasil riset yang tentunya akan memberikan solusi terhadap problem nasional,” ungkap Nunuy.
Menurut Nunuy penguatan kualitas pendidikan yang kemudian menuju tata kelola pemerintahan yang baik ini bisa memitigasi korupsi yang mengganggu stabilitas ekonomi nasional, sehingga peran akuntan diperlukan sehingga riset yang dilakukan bisa memberikan solusi terhadap problem nasional Indonesia.
“Salah satu contohnya adalah untuk mendorong usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berkembang menjadi lebih baik maka dibuatlah standart pencatatan yang cocok dan tepat untuk UMKM yang merupakan hasil dari teman-teman IAI. Dengan kata lain semakin banyak riset dan publikasi yang dilakukan oleh para akuntan pendidik maka akan semakin banyak sumbangsih akuntan untuk penyelesaian permasalahan nasional negara kita,” pungkas Nunuy. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.