Kota Malang – Dicabutnya dukungan Partai Perindo kota Malang untuk mendukung Pasangan Calon (Paslon) Anton Syamsul Idola Kita (ASIK) dan kemudian dialihkan kepada Paslon Sutiaji-Edy (SAE) dinilai tidak terlalu signifikan bagi proses pemenangan pasangan ASIK tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Lembaga Pemenangan Partai (LPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kota Malang, Arief Wahyudi yang menegaskan dirinya sudah mengetahui jika dukungan Partai Perindo terhadap Paslon ASIK telah dicabut dan dialihkan kepada paslon lain.

“Saya mengetahui dari Calon Wakil Walikota Malang dari ASIK (Syamsul mahmud) yang menyatakan ada beberapa pengurus Partai Perindo kota Malang yang mendatangi Syamsul Mahmud di kediamannya. Mereka menyatakan permintaan maaf karena harus mencabut dukungan kepada Paslon ASIK sesuai instruksi DPP partainya. Namun pencabutan dukungan itu kok hanya secara lisan saja, padahal dulu waktu mendukung ASIK itu mereka membawa surat resmi yang ditandatangani Hary Tanoe S,” ujar Arief Wahyudi.

Meski kehilangan amunisi dukungan dari Partai Perindo, namun Arief Wahyudi tetap optimis kemenangan Paslon ASIK tidak akan terlalu terganggu dengan adanya hal tersebut.

“Saya justru mendapat banyak telepon yang menyatakan kader partai tersebut justru tetap akan mendukung ASIK meski partainya telah mengalihkan dukungannya,” ungkap pria yang pernah menjadi anggota DPRD kota Malang tersebut.

Sementara itu dikonfirmasi terkait adanya kader partainya yang mungkin akan membangkang keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perindo, Ketua DPD Perindo kota Malang Laily Fitriyah Liza Min Nelly menyatakan dirinya sangat yakin kader partainya seratus persen akan menjalankan instruksi Ketua Umum melalui surat keputusan DPP Perindo.

“Saya yakin kader partai Perindo tidak akan ada yang mendua dalam memberikan dukungan saat Pilkada di kota Malang 27 Juni 2018 nanti,” pungkas perempuan yang akrab disapa Nelly ini. (A.Y)