Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Gagal di tahap wawancara kerja dan psikotest masih sering menjadi hambatan lulusan perguruan tinggi memasuki dunia kerja. Menyikapi persoalan tersebut, Carier Development Center CDC STIE Malangkuçeçwara (ABM Malang) menggelar pembekalan khusus para calon wisudawan STIE Malangkuçeçwara dengan menghadirkan psikolog berpengalaman yang sudah sering menjadi konsultan berbagai perusahaan.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang H STIE Malangkuçeçwara pagi hari tadi diikuti 30 calon wisudawan secara luring, serta peserta lainnya secara daring. Program ini ditujukan bagi calon wisudawan yang dijadwalkan mengikuti wisuda pada April 2026.
Hal tersebut disampaikan Koordinator CDC STIE Malangkuçeçwara, Rina Irawati, SE., MM., yang menjelaskan bahwa kegiatan pembekalan ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan dua kali setiap tahun menjelang wisuda.
“Kegiatan ini rutin diselenggarakan oleh CDC sebanyak dua kali dalam setahun setiap menjelang wisuda, dimana kali ini kita menghadirkan pemateri dari salah satu perusahaan mitra CDC yaitu Vernon Edu, seorang psikolog yang juga sudah berkecimpung di dunia kerja belasan tahun menjadi konsultan psikolog di beberapa perusahaan yaitu Bu Veronika Olivia,” ungkap Rina di sela kegiatan.
Menurut Rina, materi yang disampaikan pada pembekalan kali ini difokuskan pada pengenalan proses wawancara dan psikotest dengan pendekatan dan metode yang relevan dengan kebutuhan perusahaan saat ini.

Dalam paparannya, Psikolog dari Vernon Edu yakni Veronika Olivia, S., M.Psi., mengulas secara mendasar sudut pandang perusahaan saat melakukan wawancara dan psikotest. Ia menekankan bahwa penilaian tidak hanya terletak pada jawaban pelamar, tetapi juga sikap dan perilaku sejak awal proses seleksi.
“Penilaian bukan hanya pada saat interview dan psikotest saja, jam berapa anda datang, bagaimana cara anda duduk, outfit yang anda pakai saat interview juga menjadi penilaian lho. Salah satu virus yang sering terjadi saat ini adalah para pelamar mengirimkan surat lamaran secara sporadis ke banyak instansi, tapi saat dipanggil malah tidak datang,” ungkap Veronika.
Suasana pembekalan berlangsung serius namun tetap santai. Materi disampaikan secara detail dan bersifat dasar, sehingga peserta diharapkan benar-benar memahami dan mampu menerapkannya saat menghadapi proses seleksi kerja.
Sementara itu ditemui usai membuka acara pembekalan, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIE Malangkuçeçwara, Dr. Drs. Kadarusman, Ak., M.M., CA., menyampaikan bahwa persaingan dunia kerja saat ini semakin kompetitif. Ia menegaskan bahwa kampus STIE Malangkuçeçwara telah membekali mahasiswa tidak hanya dari sisi pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan sikap.
“Selain menguasai teori keilmuannya, para calon wisudawan STIE Malangkuçeçwara juga harus mempersiapkan kemampuan yang dibutuhkan di dunia kerja. Dan yang ketiga adalah filosofi ATTITUDE yang sudah ditanamkan sejak menjadi mahasiswa baru di STIE Malangkuçeçwara. Saya harpkan filosofi ATTITUDE itu dapat menjadi pegangan baik di dunia kerja maupun bersosialisasi di masyarakat,” ujar Kadarusman.
Ia juga berharap para calon wisudawan terus meningkatkan kapasitas diri sebelum dan sesudah wisuda agar mampu bersaing secara sehat di dunia kerja yang sesungguhnya.

“Bagaimanapun juga teman mahasiswa ini atau calon-calon wisudawan ini memerlukan pendekaran yang bebeda karena kita sadar mereka adalah generasi yang berbeda dengan generasi kita. Ketika mereka lahir itu sudah kuat dengan teknologi yang menjadikan berbagai hal semakin mudah dan ada kondisi mereka justru menganggap semuanya itu mudah dengan teknologi, padahal di dunia kompetisi tidak juga seperti itu, itu yang kami tekankan,” ujarnya. (A.Y)
