Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Upaya mengakhiri banjir tahunan di Kelurahan Bareng akhirnya masuk ke tahap yang lebih serius. Selama bertahun-tahun, warga di RW 7 dan RW 8 menjadi korban genangan setiap musim hujan, dan setidaknya ada beberapa RT yang selalu terdampak. Situasi tersebut bukan lagi sekadar keluhan rutin, tetapi sudah menjadi persoalan mendesak yang membutuhkan solusi nyata.
Keseriusan itu terlihat dalam agenda Serap Aspirasi yang digelar oleh Wakil Ketua III DPRD Kota Malang, Rimzah, pada Jumat (14/11/25). Tidak hanya mendengarkan aspirasi, Rimzah langsung menghadirkan pemangku kebijakan yang paling berkaitan dengan penanganan banjir: Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Julhardjanto.
“Saya sengaja langsung menghadirkan Pak Wali dan Kadis PU juga untuk bertemu dan berdialog langsung dengan warga. Yang saya hadirkan disini adalah ketua-ketua RT dan RW se-Kelurahan Bareng. Khususnya warga di RW 7 dan RW 8,” tutur Rimzah.
Menurutnya, dengan menghadirkan warga terdampak dan pemerintah dalam satu forum, proses evaluasi dan penyusunan solusi bisa dilakukan secara lebih menyeluruh. Rimzah menegaskan bahwa banjir di Bareng bukan peristiwa kecil yang bisa dibiarkan berlarut-larut.
“Jadi sudah ada diskusi. Pak Wali juga ikut menampung keluhan langsung warga, sekaligus Kadis PU menjelaskan program-program penanganan banjir yang akan diimplementasikan di Bareng. Jadi harapannya agar ada solusi yang efektif,” tegasnya.

Langkah teknis mulai dibahas dalam forum tersebut. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa salah satu fokus strategis penanganan banjir di Bareng yaitu pembangunan sudetan gorong-gorong atau drainase dari Jalan Bondowoso menuju Tidar (Jacking Tidar) untuk mengalirkan air hujan langsung ke Sungai Metro. Dengan sistem ini, debit air yang kerap meluap di permukiman diharapkan bisa dialihkan lebih cepat sebelum menimbulkan genangan.
“Intinya kami sangat terbantu dengan dialog ini saya bisa mendengar langsung seperti apa kondisi terkini langsung dari warga terdampak banjir di Kelurahan Bareng,” ujar Wahyu. (Red)
