Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pelaksanaan program Artificial Intelligence Talent Factory batch kedua kembali digelar di Universitas Brawijaya (UB) mulai pagi hari ini, Rabu (11/03/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan talenta digital, khususnya di bidang kecerdasan buatan di lingkungan perguruan tinggi.

Kepercayaan dari Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Pusat Pengembangan Talenta Digital untuk kembali menunjuk Universitas Brawijaya sebagai lokasi pelaksanaan AITF mendapat apresiasi dari Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc.

Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc., saat memberikan sambutan dalam pembukaan AITF batch 2 pagi tadi (Foto : Agus Yuwono)
Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc., saat memberikan sambutan dalam pembukaan AITF batch 2 pagi tadi (Foto : Agus Yuwono)

“Yang pertama kami sampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital Komdigi yang terus mengajak Universitas Brawijaya untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa kita, untuk menyiapkan talenta-talenta AI untuk membangun Indonesia,” ungkap Prof. Widodo.

Ia menilai pelaksanaan AITF tahun ini memiliki nilai khusus karena use case yang digunakan berkaitan dengan program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program nasional dan prioritas pemerintah pusat.

Menurut Prof. Widodo, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi dalam pengembangan teknologi, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pendidikan inklusif di Indonesia.

Dalam pelaksanaan di tahun yang kedua ini menurut prof. Widodo menjadi sangat spesial karena use case yang digunakan adalah sekolah rakyat yang merupakan program nasional dan program prioritas publik Presiden RI.

“Kegiatan AITF ini adalah bagian penting untuk meningkatkan sumber daya manusia dan juga pendidikan inklusif di Indonesia, khususnya program sekolah rakyat ini kan mencakup untuk pendidikan teman-teman kita yang kurang beruntung atau kurang mampu, sehingga dengan sekolah rakyat ini kan bisa sekolah dengan baik, SDM-nya disiapkan dengan baik,” ungkap Rektor UB.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya,  Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., menyampaikan bahwa Universitas Brawijaya juga terus melakukan berbagai upaya internal untuk menyiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan industri.

Menurutnya, program AITF menjadi salah satu sarana pengembangan talenta digital, namun UB juga membuka peluang lain bagi mahasiswa yang belum terlibat dalam program tersebut.

“Selain AITF, UB juga mencoba membangun di internal UB sendiri sehingga talenta yang tidak terserap di kegiatan AITF akan kita memberikan kesempatan untuk bisa melakukan kegiatan yang serupa dari UB untuk use case yang lain,” ujar Tri Astoto.

Ia berharap berbagai program pengembangan talenta digital tersebut dapat membuka lebih banyak ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan di bidang teknologi.

Tri Astoto juga memaparkan bahwa pelaksanaan AITF pada tahun sebelumnya berhasil menghasilkan puluhan talenta digital baru dari Universitas Brawijaya.

“Dari pelaksanaan AITF tahun lalu sudah menghasilkan 34 talenta digital dan tahun ini ada 38 orang yang lolos seleksi dari total 120 orang yang mendaftar. Artinya masih banyak yang perlu kita siapkan lagi untuk potensi-potensi yang perlu kita kembangkan lagi,” pungkas Tri Astoto. (A.Y)