Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes di Universitas Negeri Malang (UM) mulai digelar Selasa (21/04/2026) dengan jumlah peserta mencapai 19.640 orang.

Jumlah tersebut menjadikan Universitas Negeri Malang sebagai salah satu lokasi ujian dengan tingkat partisipasi tinggi. Untuk memastikan pelaksanaan berjalan tertib, panitia menerapkan pengawasan yang lebih ketat dibanding tahun sebelumnya.

Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menyampaikan bahwa sejumlah kebijakan baru diterapkan untuk meminimalisir potensi kecurangan.

“Ada kebijakan untuk meminimalisir potensi perjokian ataupun praktik kecurangan lainnya. Sistem yang baru sekarang juga meminimalisir potensi kecurangan dimana para peserta UTBK SNBT tidak dapat memilih lokasi tes, hanya kota saja yang dapat dipilih,” ungkap Prof. Hariyono.

Selain itu, pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan fisik peserta secara menyeluruh sebelum memasuki ruang ujian. Panitia juga menggunakan detektor logam untuk memastikan tidak ada alat komunikasi yang dibawa masuk.

“Jadi selain menggunakan detektor metal dan pemeriksaan fisik seperti baju, hingga aksesoris yang dipakai peserta, bagi peserta yang memakai behel gigi akan diminta memakai masker. Selain itu kami juga menyiapkan dua lusin kemeja yang akan dikenakan peserta yang terindikasi akan melakukan kecurangan,” jelasnya.

Sebagai langkah tambahan, panitia juga mematikan kamera CCTV selama ujian berlangsung guna mencegah potensi akses terhadap soal.

Dalam pelaksanaannya, UM menyiapkan sebanyak 1.300 komputer yang tersebar di 67 ruang ujian. Ujian dilaksanakan dalam dua sesi setiap harinya.

Wakil Rektor Bidang Akademik UM, Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd., memastikan hingga sesi pertama hari pertama pelaksanaan belum ditemukan indikasi kecurangan.

“Kita sudah melakukan pengecekan ruang ujian dimana ada 1.304 komputer yang dipergunakan setiap sesi,” ungkap Prof. Ibrahim.

Pelaksanaan UTBK SNBT di UM juga diikuti oleh peserta dari kalangan disabilitas. Tercatat ada 11 peserta, terdiri dari tiga tuna rungu dan delapan tuna daksa.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Seleksi Direktorat Pendidikan UM, Dr. Rizky Firmansyah, S.E., M.S.A., CFP., mengungkapkan minat calon mahasiswa terhadap UM terus meningkat.

“Untuk jumlah peminat kuliah di UM tahun ini mencapai 45.539 orang atau meningkat seribu lebih jika dibandingkan peminat pada tahun lalu yang tercatat sekitar 44 ribuan,” jelas Dr. Rizky.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 15.694 peserta menempatkan UM sebagai pilihan pertama, sementara 20.216 lainnya memilih sebagai pilihan kedua.

Untuk menarik minat peserta yang mengikuti ujian di lokasi UM, pihak kampus juga menyediakan berbagai booth informasi yang menampilkan program dan fasilitas unggulan kampus.

“Jika mereka tertarik, harapannya jumlah peserta jalur mandiri di UM juga akan meningkat dengan semakin banyaknya informasi yang diterima oleh para peserta UTBK SNBT kali ini,” pungkasnya. (A.Y)