Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Lebih dari 1.800 siswa SMK PGRI 3 Malang memadati Lapangan Merjosari mulai pagi hari tadi, Sabtu (25/04/2026) untuk mengikuti rangkaian kegiatan bertajuk ‘Skariga Merjos Lari 112’ yang tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga bagian dari peringatan Hari Jadi ke 112 Kota Malang dan kampanye lingkungan.
Kegiatan kali ini dihadiri sejumlah pejabat seperti Lurah Merjosari, Ketua Komisi A DPRD Kota Malang Lelly Thresiyawati, serta perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Malang dan tamu undangan lainnya.
Acara dibuka dengan deklarasi pembatasan penggunaan plastik di lingkungan sekolah SMK PGRI 3 Malang yang dilakukan dengan simbolisasi penggunaan botol minum (tumbler) oleh guru dan karyawan dan juga tamu undangan.

“Kegiatan deklarasi ini dalam rangka mengkampanyekan kepada seluruh masyarakat untuk pembatasan penggunaan botol plastik. Tadi kami telah mendeklarasikan bagi seluruh guru, karyawan dan murid-murid SMK PGRI 3 Malang untuk melakukan pembatasan penggunaan plastik. Kali ini kami wujudkan melalui penggunaan tempat minum (tumbler) yang tidak berbahan dari plastik,” ungkap Kepala SMK PGRI 3 Malang, Moch. Lukman Hakim,ST., MM.
Menurut Lukman, langkah ini tidak hanya untuk mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga merupakan tindak lanjut dari penunjukan sekolahnya oleh Gubernur Jawa Timur sebagai pelaksana program pembatasan plastik.
“Selain itu kami juga ingin mulai membiasakan kepada Bapak Ibu Guru sebagai tauladan anak-anak agar membatasi penggunaan plastik di sekolah. Kami juga telah menyiapkan di sekolah berbagai sarana yang berhubungan dengan kebijakan ini seperti penyediaan tempat sampah khusus plastik dan nanti sampah plastiknya akan kita kelola dan kita daur ulang sesuai dengan tata kelola Green School,” jelasnya.
Tidak berhenti pada isu lingkungan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari ujian praktik siswa kelas 12 untuk mata pelajaran pendidikan jasmani dan olahraga dimana para siswa menempuh jarak lari sejauh 5 kilometer di kawasan Merjosari yang dikenal sebagai kawasan padat penduduk.
“Yang kedua, kegiatan ini kami pergunakan juga untuk mendeklarasikan kebijakan Pembatasan Penggunaan Plastik di SMK PGRI 3 Malang, dan yang ketiga adalah sebagai momen ujian praktik para siswa SMK PGRI 3 Malang untuk ujian fisik mata pelajaran pendidikan jasmani dan olahraga yang akan menempuh jarak 5 kilometer,” lanjut Lukman.
Ia menegaskan bahwa ujian praktik ini rutin digelar setiap tahun dengan lokasi yang berbeda dengan tujuan memastikan siswa yang lulus memiliki kondisi fisik dan mental yang baik.

“Kegiatan ujian praktik lari ini kita telah lakukan rutin setiap tahun. Dengan kegiatan ujian praktik lari ini kita ingin menunjukkan bahwa siswa kelas 12 yang akan lulus ini adalah anak-anak yang sehat secara jasmani dan rohani, hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto bahwa kita akan benar-benar mempersiapkan generasi emas 2045,” ujarnya.
Dalam aspek prestasi, Lukman menyebut siswa SMK PGRI 3 Malang terus menunjukkan capaian positif, termasuk perolehan empat medali emas untuk Kota Malang. Saat ini, sekolah juga tengah mempersiapkan diri menghadapi Lomba Kompetensi Siswa tingkat nasional di Jakarta pada 2026.
Di sisi lain, antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka mengikuti lomba. Salah satu peserta, Chelsea Eka Noviyana, berhasil finis di posisi pertama kategori putri.
“Wah seru pak pas larinya, apalagi kita juga mendapat dukungan dari guru-guru sehingga kita semakin semangat. Tantangannya banyak kendaraan dan kita disalip peserta yang cowok ya,” ungkap Chelsea yang tahun lalu mampu menduduki ranking 2 di kegiatan serupa.
Sementara itu Ketua Komisi A DPRD Kota Malang, Lelly Thresiyawati juga turut memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Ia menilai program ini bisa menjadi contoh bagi sekolah lain di Kota Malang.
“Ini adalah satu gerakan yang sangat luar biasa, dimana kita harus bisa memberikan dukungan kepada SMK yang ada di kota Malang khususnya agar dapat mengikuti kegiatan, percontohan yang dilakukan oleh SMK PGRI 3 Malang ini. Harapannya tahun depan SMK PGRI 3 Kota Malang ini dapat berkolaborasi dengan DPRD Kota Malang, semoga kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini saja tetapi terus berkelanjutan,” ujarnya.

Lelly juga menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan DPRD agar program pendidikan, khususnya bagi siswa berprestasi, dapat berjalan tepat sasaran. Ia turut mengapresiasi langkah sekolah dalam mengurangi penggunaan plastik yang dinilai sebagai edukasi sekaligus kebijakan nyata untuk menjaga lingkungan.
Kegiatan ini menjadi potret bagaimana sekolah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga membangun karakter, kepedulian lingkungan, dan kesehatan fisik siswa secara bersamaan. (A.Y)
