Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Universitas Brawijaya (UB) mengambil langkah progresif dalam mengampanyekan gerakan peduli lingkungan di area institusi pendidikan. Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) UB Green Campus, kampus biru ini resmi meluncurkan gerakan Car Free Day (CFD) yang dipusatkan di sekitar kawasan bundaran depan Gedung Rektorat UB pagi tadi, Jumat (22/05/2026). Langkah ini menjadi tonggak awal dari strategi jangka panjang universitas dalam menekan emisi karbon sekaligus mengedukasi civitas akademika.
Peluncuran gerakan bebas kendaraan bermotor ini ditandai dengan penandatanganan pakta integritas oleh jajaran pimpinan Universitas Brawijaya sebagai penegasan bahwa kebijakan lingkungan di Universitas Brawijaya telah bergeser dari sekadar wacana akademis menjadi sebuah komitmen regulasi yang mengikat bagi seluruh elemen kampus.

Usai membuka CFD, Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc., menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada seluruh lapisan masyarakat, instansi, serta mitra industri yang memberikan dukungan penuh. Agenda CFD ini diproyeksikan akan dilaksanakan secara konsisten setiap hari Jumat guna menumbuhkan kesadaran kolektif.
“Kegiatan CFD ini inshaAllah akan kita lakukan setiap hari Jumat sebagai penanda, pengingat, dan komitmen kita semua bahwa kita memiliki tanggung jawab sebagai individu maupun organisasi terhadap kelestarian lingkungan hidup. Kita harus terus mengembangkan segala upaya, baik teknologi, manajemen, hingga tata kelola yang bersahabat dengan lingkungan atau yang disebut dengan sirkular ekonomi untuk sustainability pembangunan di Indonesia,” urai Prof. Widodo.
Prof. Widodo mengakui bahwa pada tahap awal, luasan area pembatasan kendaraan bermotor ini masih terbatas, sehingga secara akumulatif belum mampu mereduksi emisi karbon secara masif di Kota Malang. Kendati demikian, urgensi dari gerakan ini terletak pada nilai edukasi dan kampanye positif yang menjadi program prioritas dari UPT UB Green Campus.
Sebagai wujud nyata dari penerapan ekonomi sirkular di dalam kampus, UB menjalin kemitraan strategis dengan sektor industri. Pada peluncuran ini, UB menerima donasi berupa 8 unit reverse vending machine dari PT LyondellBasell (LYB) Advanced Polyolefins. Alat ini ditempatkan di beberapa titik strategis kampus untuk memfasilitasi mahasiswa dan dosen dalam melakukan pemilahan sampah botol plastik secara otomatis.
Teknologi ini juga menyediakan sistem insentif, di mana setiap civitas akademika yang memasukkan botol plastik ke dalam mesin akan mendapatkan poin kredit. Poin tersebut nantinya dapat ditukarkan dengan berbagai voucher belanja atau layanan yang dapat dipergunakan di dalam lingkungan Universitas Brawijaya. Melalui metode ini, mahasiswa dilatih untuk terbiasa melakukan proses sorting dan pemilahan sejak dari hulu.
Di tempat yang sama, Kepala UPT UB Green Campus UB, Prof. Sri Suhartini, STP., M.Env.Mgt., Ph.D., menambahkan bahwa CFD merupakan satu dari sekian banyak program strategis yang tengah digodok untuk mewujudkan visi Kampus Lestari. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) ini menilai keterlibatan aktif dari warga kampus menjadi penentu utama keberhasilan program ekologi ini.
Selain pengelolaan sampah plastik, Prof. Sri Suhartini juga mengapresiasi adanya donasi bibit pohon-pohon langka dari warga Kota Malang yang langsung ditanam di area hijau kampus. Ia juga memanfaatkan momentum ini untuk mengampanyekan program adopsi pohon yang saat ini sedang digalakkan di kawasan hutan pendidikan UB Forest.
“Kami mengundang warga UB dan juga masyarakat luas di Malang Raya untuk berpartisipasi bersama melindungi lingkungan melalui program adopsi pohon di UB Forest. Jika tidak dimulai dari kita, siapa lagi? Dan jika tidak dimulai saat ini, kapan lagi? Mari kita bersama-sama menciptakan gerakan mulai dari hal yang kecil terlebih dahulu. Jika banyak yang berkontribusi, inshaAllah dampaknya akan sangat luar biasa,” tutur Prof. Sri Suhartini optimis.

Di sisi lain, dukungan dari dunia industri dijabarkan secara rinci oleh Rakhma Febriani selaku President Director PT LyondellBasell Advanced Polyolefins. Kerjasama pengadaan reverse vending machine ini merupakan implementasi dari program global perusahaan yang bertajuk Advancing Good. Program tanggung jawab sosial ini berfokus pada dua pilar utama, yaitu Our Planet (kelestarian bumi) dan Our Future Talent (pengembangan talenta masa depan). Melalui program ini, korporasi berkomitmen mendampingi UPT UB Green Campus dalam membangun budaya (culture) dan karakter mahasiswa yang berbasis pada kelestarian lingkungan.
Meninjau dari sudut pandang sosiologi kampus dan psikologi massa, Sekretaris Senat Universitas Brawijaya, Dr. Tri Wahyu Nugroho, S.P., M.Si., memaparkan bahwa esensi dari CFD ini adalah sebuah gerakan perubahan perilaku (shifting behavior) dari yang semula tergantung pada kendaraan bermotor menuju budaya berjalan kaki yang membutuhkan pendekatan persuasif dan bertahap.
“Kalau kampus mau menutup total akses kendaraan tentu bisa saja dilakukan lewat kebijakan formal. Namun, mengubah perilaku atau shifting behavior itu tidak mudah, makanya harus dilakukan pelan-pelan. Setelah peluncuran ini, kami akan membentuk dan memperbanyak komunitas-komunitas pendukung, seperti komunitas back to campus atau walk to campus agar gerakan ini tumbuh dari bawah,” jelas Dr. Tri Wahyu.
Lebih jauh, Dr. Tri Wahyu mengungkapkan sudut pandang menarik terkait korelasi antara ruang terbuka hijau bebas kendaraan dengan kesehatan mental (mental health) mahasiswa.
Kehadiran koridor CFD di setiap hari Jumat ini diproyeksikan mampu menjadi ruang publik bersama (hub) yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan, termasuk dosen, tenaga kependidikan, hingga penyandang disabilitas. Ruang bersama ini diharapkan menjadi tempat interaksi sosial yang efektif untuk menurunkan tensi psikologis warga kampus. Guna mendukung fungsi tersebut, pada sore hari di area CFD juga akan disajikan penampikan seni seperti panggung musik akustik sebagai sarana pelepasan stres (stress release) yang positif dan rekreatif. (A.Y)
