Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Meski secara resmi baru diberangkatkan untuk bertugas pagi hari tadi, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) ternyata sudah beberapa hari melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di berbagai lokasi di Malang Raya, Jawa Timur, hingga sejumlah daerah lainnya.
Salah satu lokasi yang mendapat pendampingan mahasiswa FKH UB berada di lapak penjualan hewan kurban di Jalan Saxophone Kota Malang. Lokasi tersebut siang tadi juga mendapat peninjauan langsung dari Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M.
Salah satu mahasiswa FKH UB yang bertugas di lokasi yakni Najwa Nabila Fauzia, S.KH., mengatakan dirinya bersama tiga rekannya telah mulai melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban sejak pekan lalu.
“Kalau di lokasi ini kami mulai bertugas sejak pagi tadi, tetapi untuk pemeriksaan hewan kurban sebenarnya sudah kami lakukan sejak Kamis minggu lalu,” ungkap Najwa.

Mahasiswa lainnya, Achmad Arief Satyadi, S.KH., menjelaskan hingga saat ini belum ditemukan hewan kurban yang tidak memenuhi syarat kesehatan maupun syarat untuk dikurbankan.
“Kami melihat beberapa tanda yang mudah dikenali seperti air liur berlebihan, kaki pincang, cacat, dan sebagainya. Tetapi sejak Kamis sampai siang ini belum ada temuan hewan yang tidak memenuhi syarat sebagai hewan kurban,” jelas Achmad Arief.
Keempat mahasiswa FKH UB tersebut juga sempat berdialog dengan Wali Kota Malang saat melakukan peninjauan ke lokasi penjualan hewan kurban tempat mereka bertugas.
Keterlibatan mahasiswa dan dosen FKH UB di berbagai titik penjualan hewan kurban menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk memastikan hewan yang akan disembelih memenuhi syarat kesehatan dan layak dijadikan hewan kurban.
Sementara itu saat pemberangkatan pagi tadi, Dekan FKH UB, drh. Dyah Ayu Oktavianie AP., M.Biotech., AP.Vet., menjelaskan tahun ini FKH UB menerjunkan lebih dari 900 mahasiswa dari jenjang sarjana maupun profesi dokter hewan untuk membantu pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Jumlah tersebut sedikit lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.
“InshaAllah seluruh mahasiswa FKH UB kami libatkan dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Walaupun proses penyembelihan berlangsung satu atau dua hari, secara teknis tugas kami dimulai sejak sebelum Iduladha hingga selesainya hari tasyrik. Jadi hampir selama satu minggu mahasiswa sudah turun ke lapangan untuk membantu pemeriksaan antemortem maupun postmortem,” pungkas drh. Dyah Ayu. (A.Y)
