Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pemerintah Kelurahan Balearjosari memiliki cara tersendiri dalam merayakan momentum Hari Anak Nasional tahun 2026. Dengan bekerjasama bersama Forum Anak Balearjosari dan Forum Anak Kota Malang, pihak kelurahan Balearjosari menyelenggarakan pelatihan pembuatan kerajinan tangan berupa gantungan kunci (keychain) untuk memupuk bakat anak-anak produktif sejak dini.

Lurah Balearjosari Kota Malang, Moch Choiril Anwar, SH., MH., menjelaskan bahwa agenda kreatif ini menyasar 50 anak yang tergabung dalam komunitas Forum Anak di tingkat kelurahan Balearjosari.

“Kegiatan pagi ini bertujuan menumbuhkan kreativitas dan menumbuhkan budaya bagi anak-anak untuk dapat menjadi kreatif mengingat pada saat ini gadget memberikan pengaruh baik dan pengaruh negatif. Nah pelatihan ini pada dasarnya juga untuk mengurangi sisi negatif penggunaan gadget bagi anak-anak kita,” kata Moch Choiril Anwar di lokasi acara.

Melalui stimulus pembuatan karya nyata ini, anak-anak diharapkan mempunyai alternatif kesibukan yang jauh lebih bermanfaat. Motivasi para peserta pun semakin berlipat berkat kehadiran jajaran tokoh penggerak daerah.

“Kebetulan hari ini juga dihadiri oleh Ibu Wakil Wali Kota Malang yang berkesempatan hadir untuk memberikan support dan pengarahan kepada anak-anak di Forum Anak Kelurahan Balearjosari Kota Malang,” ujar Lurah Balearjosari menambahkan.

Sementara itu Saila El Azkiya tidak sekadar datang untuk memantau jalannya acara pelatihan semata, karena didampingi putri tercintanya, istri dari Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin ini berbaur di meja yang sama dengan para peserta dan ikut mempraktikkan langsung langkah-demi-langkah pembuatan keychain.

Suasana interaktif tersebut mencair ketika Saila El Azkiya membagikan lembaran kisah masa kecilnya yang penuh kenangan indah bersama teman-teman sebaya di kampung halaman.

“Kalau pengalaman yang paling berkesan selama anak-anak adalah bermain bersama teman-teman seperti bermain di pinggir sungai, didorong teman hingga jatuh ke sungai itu juga sangat berkesan bagi saya,” ucap perempuan yang juga menjabat sebagai Pembina Srikandi Malang Raya ini.

Perempuan yang tumbuh di lingkungan keluarga pendakwah ini juga sempat mengaku bahwa dirinya pernah bercita-cita mengikuti jejak orang tua menjadi seorang pendakwah sewaktu kecil. Mengakhiri arahannya, ia menyelipkan pesan mendalam agar anak-anak di Kota Malang menaruh perhatian besar pada bekal ilmu pengetahuan.

“Semoga dengan adanya pelatihan pembuatan keychain ini akan dapat membuat anak-anak Balearjosari dapat lebih bersemangat untuk terus belajar atau menimba ilmu sehingga dapat menambah wawasan anak-anak. Untuk anak-anak Kota Malang pesan saya adalah harus terus semangat dimanapun kita berada kita harus terus belajar dari siapapun itu,” tutur Saila El Azkiya.

Kehadiran sosok Saila El Azkiya beserta putrinya di tengah-tengah ruang pelatihan menuai kesan mendalam bagi anak-anak yang hadir. Karakter supel yang ditunjukkan membuat para peserta merasa dihargai dan didengar.

Salah satu peserta didik yang duduk di bangku kelas I SLTP, Tiara Maulidya Putri Carbila, mengungkapkan rasa bahagianya bisa berinteraksi dalam jarak dekat dengan tokoh inspiratif kota.

“Saya sangat bahagia sekali bisa bertemu dengan ibu Wakil Wali Kota Malang. Ini juga hal pertama saya bertemu dengan beliau yang sangat ramah, cantik dan bisa menginspirasi,” kata Tiara Maulidya.

Bagi Tiara, materi pembuatan kerajinan tangan ini merupakan sebuah pengetahuan baru yang sangat berharga. Ia melihat keterampilan merangkai gantungan kunci tidak hanya berhenti sebagai pengisi waktu luang saja, melainkan memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan untuk dipasarkan secara mandiri ke depan. (A.Y)