Kota Malang | ADADIMALANG.COM — UMKM asal Kota Malang, Sambal Mama Ni, mencatatkan tonggak baru dengan mengekspor 50 karton produk sambal ke Malaysia. Pengiriman dalam skala besar tersebut menjadi ekspor perdana setelah sebelumnya pengiriman ke luar negeri hanya dilakukan dalam jumlah terbatas.
Direktur sekaligus Founder Sambal Mama Ni, Henny Wardhani, mengatakan pesanan berasal dari pembeli yang ditemui saat misi dagang di Kuala Lumpur. Komunikasi kemudian berlanjut pada pameran East Food di Surabaya hingga menghasilkan kontrak pembelian.
“Selama ini kami sudah sering kirim ke Malaysia, tetapi masih dalam paket-paket kecil. Kali ini pengiriman dilakukan dalam jumlah besar, sebanyak 50 karton,” ujar Henny.
Sambal Mamani yang berdiri sejak 2 September 2013 kini memiliki 25 varian produk. Namun, ekspor ke Malaysia kali ini hanya mencakup 10 varian unggulan, di antaranya Bawang Merah Super Pedas, Teri Medan, Petai, Sambal Bawang, Sambal Cumi, Tuna Asap, Tuna Petai, dan Ayam Asap yang dikemas dalam botol maupun saset.
Henny menjelaskan, keunggulan produknya terletak pada resep yang berbeda di setiap varian. Berbeda dengan produk sambal pada umumnya yang menggunakan satu sambal dasar dengan variasi topping, setiap Sambal Mamani dibuat dengan formulasi tersendiri.
Selain dipasarkan melalui platform digital seperti Shopee dan TikTok, produk Sambal Mamani telah tersedia di lebih dari 50 toko ritel dan pusat oleh-oleh di Malang, Batu, Surabaya, Bali, Yogyakarta, hingga Hero Market di wilayah Jabodetabek. Perusahaan juga mengembangkan pemasaran segmen business to business (B2B) dengan melayani kebutuhan restoran, kafe, dan jasa maklun.
Tak hanya sambal, perusahaan turut mengembangkan bumbu instan seperti rendang, rawon, soto, gulai, nasi goreng, dan bacem. Untuk menjaga kualitas produk, Sambal Mamani menerapkan proses produksi, pengemasan, serta teknologi retort sehingga masa simpan produk dapat mencapai satu tahun.
Sejumlah penghargaan juga telah diraih, di antaranya Juara Nasional UKM Pangan Award dari Kementerian Perdagangan melalui produk Sambal Oseng Tuna Asap, Juara Harapan I UKM Berprestasi Jawa Timur, serta Juara III UKM Award Kota Malang.
Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai, Pitoyo Pribadi, mengatakan keberhasilan ekspor tersebut merupakan hasil pembinaan berkelanjutan melalui program Klinik Ekspor yang mendampingi UMKM sejak tahap awal pengembangan usaha.
Pendampingan mencakup sertifikasi halal, perizinan BPOM, penyempurnaan kemasan, penyusunan company profile, pembukuan, hingga pengenalan prosedur ekspor dan promosi produk kepada calon pembeli luar negeri.
“Pembinaan kami dilakukan sejak awal agar UMKM siap masuk pasar ekspor. Selain aspek administrasi dan produk, pelaku usaha juga kami latih mempresentasikan produknya kepada calon buyer, termasuk dalam bahasa Inggris,” kata Pitoyo.
Menurut dia, keberhasilan Sambal Mamani juga ditopang oleh konsistensi dan semangat pemilik usaha dalam mengembangkan produk sehingga mampu menembus pasar internasional dengan volume ekspor yang lebih besar. (Ftm/A.Y)
