Kota Malang – Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Internasional, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar kegiatan seminar nasional di GOR Pertamina Polinema sore hari ini, Selasa (18/12).
Kegiatan Seminar Nasional kali ini terasa lebih istimewa karena menghadirkan Walikota Malang, Sutiaji yang memberikan pengalaman selama menjabat sebagai Walikota Malang saat ini.
“Saya akui memang banyak tawaran ini itu di balik proses kerja yang harus saya lakukan setiap harinya sebagai Walikota. Bayangkan saja saya pernah ditawari mendapatkan uang senilai Rp.900 juta hanya untuk satu kali tanda tangan, tapi saya tahu pasti ada sesuatu di baliknya sehingga saya tidak mau. Saya minta diperiksa ulang atau ditangani belakangan jika ada iming-iming atau imbalan yang ditawarkan,” ujar Walikota Malang, Sutiaji saat memberikan paparannya kepada peserta Seminar yang didominasi mahasiswa Polinema tersebut.

Sutiaji juga memaparkan bagaimana slogan Malang Bermartabat itu bisa benar-benar diterapkan dan dimaknai dalam setiap pekerjaan yang dilakukan oleh perangkat Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Pemerintah Kota Malang.
“Saya pernah merasa buntu seolah-olah tidak menemukan jalan untuk merubah mindset, akhirnya saya lakukan brainwash kepada seluruh ASN di Pemkot Malang beberapa waktu lalu yang kebetulan juga kita lakukan di Polinema ini,” ungkap Sutiaji.
Sutiaji mengaku upaya untuk menjalankan roda pemerintahan kota Malang secara bersih, transparan dan profesional terus dilakukan dengan berbagai cara dan inovasi yang dilakukan hingga mendapatkan hasil seperti yang diinginkan.
Sementara itu, Staf Ahli Pembantu Direktur III Politeknik Negeri Malang, Armin Naibaho menyambut gembira pelaksanaan kegiatan Seminar Nasional dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Internasional yang dilaksanakan oleh BEM Polinema tersebut.
“Jadi sebagai mahasiswa juga harus turut serta mengambil peran dalam melawan korupsi, tidak hanya mengkritik saja tapi juga harus bertindak. Seperti kegiatan kali ini, sudah memberikan wawasan dan pemahaman kepada mahasiswa lain untuk turut serta dalam melawan korupsi,” ungkap Armin Naibaho.
Armin Naibaho juga sangat mengapresiasi kegiatan Seminar Nasional Anti Korupsi tersebut karena mampu menghadirkan Maman Suherman yang merupakan Duta Literasi yang sudah berskala nasional serta Walikota Malang Sutiaji yang memberikan pencerahan pengalamannya selama menjabat sebagai Walikota Malang.
“Ini pertamakalinya Seminar Nasional yang diadakan oleh BEM Polinema yang dihadiri oleh pemateri dari Jakarta dan juga bisa menghadirkan Walikota Malang. Ini luar biasa,” pungkas Armin Naibaho. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.