6 Mahasiswa STIE Malangkuçeçwara Diberangkatkan Ke Thailand

Ketua STIE Malangkuçeçwara Drs Bunyamin, MM., PhD bersama 6 mahasiswanya yang akan berangkat ke Thailand (Foto : Agus Yuwono)
Ketua STIE Malangkuçeçwara Drs Bunyamin, MM., PhD bersama 6 mahasiswanya yang akan berangkat ke Thailand (Foto : Agus Yuwono)

Akan menempuh pendidikan selama satu semester dengan biaya beasiswa penuh hingga Rp.250 juta.

ADADIMALANG.COM | Kampus ABM Malang – Setelah tahun sebelumnya telah memberangkatkan mahasiswanya untuk belajar di kampus Rajamangala University of Technology Krungthep (RMUTK), Institute of Science, Innovation, and Culture (ISIC) Bangkok Thailand, STIE Malangkuçeçwara kembali mengirimkan mahasiswanya ke kampus tersebut.

Mahasiswa STIE Malangkuçeçwara yang diberangkatkan kali ini sebanyak enam orang yang ditegaskan merupakan mahasiswa pilihan STIE Malangkuçeçwara yang telah memenuhi berbagai persyaratan dan tes termasuk kemampuan survival.

Hal tersebut disampaikan Ketua STIE Malangkuçeçwara (ABM Malang), Drs Bunyamin, MM., Ph.D saat memberangkatkan enam mahasiswa STIE Malangkuçeçwara untuk segera berangkat ke kampus ISIC Bangkok Thailand.

“Hari ini kita melepas mahasiswa STIE Malangkuçeçwara untuk mengikuti International Credit Transfer tahun 2023 yang didanai dari hibah internasional dimana enam orang ini telah kita tes secara terencana, terukur dan sangat objektif sehingga enam orang yang terpilih ini memang mahasiswa pilihan. Kami harapkan memang dapat menjadi mahasiswa Duta ya, selain duta kampus juga menjadi Duta Bangsa yang dapat memberikan positif vibe kepada kampus ketika mereka balik ke kampus nanti,” ungkap Bunyamin siang tadi, Jumat (11/08/2023).

Pelepasan 6 orang mahasiswa STIE Malangkuçeçwara ke Thailand (Foto : Agus Yuwono)
Pelepasan 6 orang mahasiswa STIE Malangkuçeçwara ke Thailand (Foto : Agus Yuwono)

Dengan membawa pengalaman dan pengetahuan baru setelah berada di ISIC Thailand, enam orang peserta program Internasional Credit Transfer tersebut dapat menginspirasi dan memberikan motivasi khususnya kepada sesama mahasiswa ataupun koleganya.

“Kegiatan ini merupakan yang kedua kaliya dengan tujuan kampus Universitas yang sama yaitu kampus Rajamangala University of Technology Krungthep (RMUTK), Institute of Science, Innovation, and Culture (ISIC) yang mungkin secara tidak terlalu berbeda ya, tapi yang perlu dicatat adalah tentu ada yang dapat kita pelajari untuk dimanfaatkan ke depan,” ujar pria yang akrab disapa Benni ini.

Benni berharap kolaborasi yang dilakukan hingga tahap pengiriman mahasiswa ini dapat diperluas pada aktivitas yang lainnya seperti pertukaran dosen dan kolaborasi yang dapat dilakukan bersama-sama.

Sementara itu, Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) STIE Malangkuçeçwara yakni Ir. Dwi Nita Aryani, MM., PhD., menyampaikan rasa syukurnya karena kampus STIE Malangkuçeçwara dapat kembali menerima dana hibah untuk kegiatan International Credit Transfer yang diberikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud di tahun ini 2023.

“Setiap tahun ada seleksi dari sekian banyak perguruan tinggi mengikuti seleksi akhirnya terpilih 26 kampus yang salah satunya adalah STIE Malangkuçeçwara untuk menjalankan program Internasional Credit Transfer dimana selama mereka kuliah di Rajamangala University of Rajamangala University of Technology Krungthep (RMUTK), Institute of Science, Innovation, and Culture (ISIC) ini akan dikonversi menjadi 20 SKS di kampus STIE Malangkuçeçwara,” ujar Dwinita.

Para mahasiswa STIE Malangkuçeçwara akan menempuh pendidikan mulai bulan Juli hingga bulan November 2023 dimana enam orang yang terpilih ini merupakan hasil seleksi dari total 38 orang yang mendaftar.

“Untuk program International Credit Transfer ini nanti akan ditanggung biaya hidup mereka, termasuk visa, tiket pulang pergi dan lain sebagainya dimana setiap mahasiswa STIE Malangkuçeçwara yang diberangkatkan itu akan mendapat 250 juta untuk lima bulan di Thailand,” ujar Dwinita.

Dengan keberangkatan mahasiswanya ke kampus Rajamangala University of Technology Krungthep (RMUTK), Institute of Science, Innovation, and Culture (ISIC) Thailand ini, Dwinita berharap para mahasiswa akan dapat merasakan suasana belajar dan hidup di dunia internasional seperti visinya STIE Malangkuçeçwara yang berorientasi global.

“Mereka tidak hanya belajar secara teori di kelas, mereka juga belajar survive, belajar networking, belajar budaya orang lain termasuk belajar bagaimana mulai dari proses applying visa sampai dengan keberangkatan dan pulangnya itu yang itu semua tidak ada dalam buku atau saat perkuliahan di kampus, tetapi dari experience saat mereka ada di sana. (A.Y)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini