Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Universitas Brawijaya (UB) tengah menyiapkan sejumlah opsi untuk memperketat sistem keamanan di lingkungan kampus menyusul dugaan kasus hilangnya sepeda milik mahasiswa. Salah satu opsi yang dikaji adalah pemberlakuan tarif akses bagi pengguna non-civitas akademika.
Sekretaris Universitas Brawijaya, Tri Wahyu Nugroho, mengatakan pihaknya masih mempelajari laporan terkait dugaan hilangnya sepeda mahasiswa karena hingga kini laporan resmi belum diterimanya. Meski demikian, evaluasi sistem keamanan akan segera dilakukan.
“Saya belum tahu, saya belum dapat laporannya. Nanti saya pelajari dulu,” kata Tri.

Sebagai langkah antisipasi, UB akan memperketat pengawasan di pintu masuk dan keluar kampus. Selain itu, penambahan kamera pengawas (CCTV) terus dilakukan untuk memantau aktivitas di berbagai titik, termasuk area parkir.
“Kita tambah terus CCTV. Sekarang saya pun bisa memantau secara langsung berbagai titik di kampus, termasuk parkiran,” ujarnya.
Selain penguatan sistem pengawasan, UB juga mempertimbangkan penerapan pemeriksaan identitas yang lebih ketat bagi seluruh pengendara yang memasuki kawasan kampus. Pengendara yang menggunakan helm atau penutup wajah akan diminta membukanya saat memasuki area kampus agar wajah dapat terekam kamera pengawas.
Menurut Tri, kebijakan tersebut akan berlaku bagi seluruh pengguna kendaraan tanpa terkecuali, termasuk pengemudi ojek daring.
“Iya, semua harus buka. Karena wajah ditutup semua kan beberapa kejadian itu. Jadi semua harus terekam,” katanya.
Ia menjelaskan, identifikasi wajah diperlukan untuk memudahkan pelacakan apabila terjadi tindak kriminal di dalam kawasan kampus.
Selain itu, UB juga mengkaji penerapan tarif akses bagi pengguna non-sivitas akademika. Sementara sivitas akademika tetap dapat menggunakan kartu identitas kampus sebagai akses keluar masuk.
“Kalau sivitas kan punya kartu, punya ID card. Tapi yang non, ya terpaksa berbayar. Itu masih opsi-opsi,” ujarnya.
Tri menegaskan bahwa wacana tersebut bukan bertujuan untuk menambah pendapatan kampus, melainkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan.
“Tujuannya bukan untuk cari duit, tetapi untuk keamanan. Ketika orang masuk ke kampus, tanggung jawab keamanannya ada pada kami. Padahal banyak juga yang hanya melintas. Jadi nanti kita cari opsi terbaik,” pungkasnya. (Ftm/A.Y)
