Harus tahu agar tidak terjadi paska bersukacita merayakan hari kemenangan.

ADADIMALANG.COM | Kota Malang – Hari Raya Idul Fitri (Lebaran) yang merupakan hari kemenangan bagi umat Islam usai melaksanakan puasa Ramadhan sebulan penuh, sangat lazim dirayakan dengan penuh suka cita. Hampir di seluruh pelosok negeri ini, atau bahkan di dunia umat Islam merayakan hari kemenangan ini.

Berbagai cara dilakukan untuk memperingatinya. Mulai dari memasak makanan spesial, hingga bersolek sebaik mungkin dengan pakaian baru atau yang terbaik dikenakan untuk berkunjung ke sanak saudara dan tetangga sekitar.

Perubahan gaya hidup setelah sebulan menahan haus dan lapar serta hawa nafsu ternyata memiliki dampak yang serius jika tidak mendapat perhatian segera. Apalagi jika kita melebihi batas dalam mengonsumsi makanan yang tidak biasa kita makan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin Metabolik Diabetes Persada Hospital Malang, dr. Rulli Rosandi, Sp.PD-KEMD., menjelaskan ada empat besar penyakit yang sering muncul paska Lebaran yang umumnya dipicu oleh beberapa faktor yang berkaitan dengan perubahan gaya hidup selama perayaan lebaran tersebut.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin Metabolik Diabetes Persada Hospital Malang, dr. Rulli Rosandi, Sp.PD-KEMD. (Foto : Istimewa)
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin Metabolik Diabetes Persada Hospital Malang, dr. Rulli Rosandi, Sp.PD-KEMD. (Foto : Istimewa)

“Yang pertama adalah gangguan pencernaan yang biasanya disebabkan asupan makanan secara berlebihan karena hal tersebut dapat membebani sistem pencernaan, sehingga terjadi gangguan. Jenis makanan yang disajikan saat lebaran biasanya kaya akan lemak, minyak dan pedas yang dapat menyebabkan masalah seperti asam lambung tinggi, diare, atau sembelit,” ungkap dr. Rulli Rosandi.

Penyakit kedua yang sering dihadapi dokter usai lebaran adalah penyakit jantung akibat mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol yang merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner. Selama perayaan lebaran, biasanya masyarakat justru mengurangi aktivitas fisik mereka, yang dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung.

“Penyakit ketiga adalah tekanan darah tinggi (Hipertensi) yang disebabkan konsumsi makanan Tinggi Garam yang sering ditemuindi makanan lebaran sehingga dapat meningkatkan tekanan darah pada orang yang sensitif terhadap natrium. Faktor pemicu tekanan darah tinggi lainnya adalah stress, dimana selama mempersiapkan perayaan lebaran ataupun saat hari lebaran itu sendiri dapat menimbulkan stress yang dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah,” ungkap dr Rulli.

Sementara penyakit ke empat yang sering dikeluhkan adalah penyakit diabetes (kencing manis/gula) akibat mengonsumsi gula secara belerlebih dari berbagai makanan dan minuman manis yang bisa mengacaukan manajemen gula darah pada individu diabetes. Pola makan yang tidak teratur dan mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat menyebabkan lonjakan gula darah.

Oleh karenanya, selama lebaran ini masyarakat diharapkan dapat mengelola konsumsi makanan dan memastikan aktivitas fisik tetap terjaga selama periode perayaan lebaran untuk mencegah masalah kesehatan. Selain itu, penting juga untuk tetap memantau kondisi kesehatan yang sudah ada, seperti tekanan darah dan kadar gula darah, untuk menghindari komplikasi terjadi paska perayaan lebaran.

Boleh bersukacita, tetapi harus tetap dikontrol dan dipantau kondisi tubuh masing-masing agar tetap sehat dan prima selama lebaran ataupun sesudahnya. (A.Y)