Bentuk Kader MENTARI, Dosen FIKes UNITRI Perkuat Deteksi Dini Depresi Antenatal di Wilayah Wagir
- account_circle Agus Yuwono
- calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
- visibility 52
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kab. Malang | ADADIMALANG.COM — Berkolaborasi dengan Puskesmas Wagir yang ada di wilayah Kabupaten Malang, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Tribhuwana Tunggadewi (FIKes UNITRI) Malang menginisiasi program Sinergi Mental Tangguh Masa Kehamilan di Layanan Kesehatan Primer (KADER MENTARI). Pelaksanan program Sinergi Kader Mentari tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat deteksi dini depresi antenatal di tingkat layanan kesehatan primer. Depresi antenatal merupakan jenis depresi klinis yang terjadi pada perempuan selama masa kehamilan.
Program yang merupakan inovasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) Klaster 2 ini dilaksanakan dengan menyasar kader Kesehatan Puskesmas Wagir, dimana kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengenali tanda dan gejala depresi antenatal. Selain itu juga untuk memberikan dukungan dasar, serta melakukan rujukan secara tepat kepada fasilitas pelayanan kesehatan.
“Jadi program Kader MENTARI ini hadir untuk memperkuat pemantauan kesehatan mental ibu hamil di tingkat komunitas atau masyarakat. Karena selama ini, pelayanan ibu hamil di tingkat kader lebih banyak berfokus pada pemeriksaan fisik dasar saja, sementara aspek psikologis dan psikososial belum sepenuhnya menjadi bagian dari pemantauan rutin. Padahal, kondisi psikologis ibu selama kehamilan perlu mendapat perhatian sebagai bagian dari pelayanan kesehatan ibu dan anak yang komprehensif,” jelas Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat FIKes UNITRI Malang, Sirli Mardianna Trishinta, S.Kep.,Ns.,M.Kep., di sela-sela pelaksanaan hari Jumat kemarin (24/07/2026).
Dengan melaksanakan kegiatan untuk penguatan kapasitas kader kesehatan di layanan kesehatan primer tersebut, tim PkM FIKes UNITRI Malang berharap layanan kesehatan jiwa maternal dapat didekatkan kepada masyarakat.
“Kader yang terampil dalam mengenali tanda awal depresi antenatal diharapkan mampu memberikan dukungan awal dan memastikan ibu hamil yang membutuhkan mendapatkan rujukan secara tepat waktu,” harap Sirli.

Kader Posyandu Menyimak Paparan Materi Mengenai Depresi Antenatal (Foto : Ist)
Berbagai materi diberikan selama kegiatan seperti edukasi mengenai pengertian depresi antenatal, faktor risiko, tanda dan gejala, komunikasi efektif, deteksi dini depresi menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), serta alur rujukan kader ke Puskesmas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test, penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab, kemudian ditutup dengan post-test untuk mengetahui perubahan pengetahuan kader yang telah mengikuti kegiatan pelatihan.
Salah satu inovasi utama Kader MENTARI ini adalah pemanfaatan EPDS sebagai instrumen skrining untuk membantu kader melakukan penapisan awal kondisi psikologis ibu yang hamil. Para kader diberikan keterampilan untuk memahami pertanyaan EPDS, melakukan skrining secara terarah, menghitung skor, serta memahami tindak lanjut berdasarkan hasil skrining.
Tidak hanya keterampilan teknis, Tim PkM FIKes UNITRI juga membekali kader dengan kemampuan Komunikasi Antarpribadi (KAP) dan Dukungan Psikologis Awal (DPA), dimana melalui simulasi (roleplay) yang dilaksanakan akan membuat para kader dapat berlatih memberikan respons secara empatik dan tidak menghakimi ketika menghadapi ibu hamil yang menyampaikan keluhan emosional.
“Kami berharap pendekatan ini akan mampu memastikan proses deteksi dini berlangsung lebih aman, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan ibu. Pengembangan alur rujukan psikososial juga menjadi fokus penting, sehingga kader memiliki pedoman yang jelas mengenai langkah yang harus dilakukan ketika menemukan ibu hamil yang membutuhkan pendampingan atau penanganan lebih lanjut,” ungkap anggota tim PkM FIKes UNITRI Malang, Ika Cahyaningrum, S.Kep.,Ns.,M.Kep.

Perawat pemegang program memberikan arahan kepada kader terkait tindak lanjut program (Foto : Ist)
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat para pengajar ilmu kesehatan di UNITRI Malang ini tidak hanya berhenti pada proses atau tahapan skrining semata. Karena tim PkM FIKes UNITRI Malang bersama mitra mengembangkan alur rujukan psikososial sehingga kader memiliki pedoman mengenai langkah yang harus dilakukan ketika menemukan ibu hamil yang membutuhkan pendampingan atau penanganan lebih lanjut.
“Dengan alur seperti iytu maka harapannya deteksi dini diharapkan terhubung dengan pelayanan Puskesmas secara sistematis,” ujar Ika.
Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan setelah pelaksanaan kegiatan, diketahui telah terjadi peningkatan pengetahuan kader kesehatan yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader mengenai depresi antenatal dan langkah deteksi dini di masyarakat. Dari hasil evaluasi post-test pada 19 kader, sebanyak 15 kader atau 78,9 persen berada dalam kategori lulus atau kompeten. Capaian tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar kader telah memahami materi yang diberikan.
Selain peningkatan pengetahuan, program SINERGI KADER MENTARI menghasilkan modul dan buku saku sebagai media pendukung kader dalam menjalankan perannya di masyarakat. Instrumen EPDS dan panduan komunikasi kader juga menjadi luaran nyata dari program yang dapat dimanfaatkan oleh mitra dalam mendukung pelayanan kesehatan jiwa maternal.
Kolaborasi antara FIKes UNITRI, Puskesmas Wagir, dan kader Posyandu menurut Sirli menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program.
“Kader ditempatkan sebagai ujung tombak di masyarakat, sedangkan Puskesmas berperan sebagai mitra strategis dalam mendukung pelaksanaan kegiatan dan tindak lanjut hasil skrining. Semoga kolaborasi ini dapat memperkuat implementasi ILP Klaster 2 agar pelayanan kesehatan ibu tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan kesehatan mental,” tukas Sirli Mardianna Trishinta. (A.Y)
- Penulis: Agus Yuwono
